PORTAL7.CO.ID - Sebuah peristiwa penipuan dengan modus yang cukup mengkhawatirkan baru-baru ini mengguncang ketenangan sebuah toko kelontong di wilayah Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kejadian ini menimpa pemilik toko setelah berinteraksi dengan tiga orang yang diduga merupakan warga negara asing (WNA).
Ketiga pelaku berhasil mengelabui pemilik toko dengan skema penipuan yang terencana rapi, sehingga mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi korban. Total kerugian yang dialami oleh pemilik toko kelontong tersebut diperkirakan mencapai angka Rp 4 juta.
Insiden penipuan ini terjadi pada hari Minggu sore, tepatnya tanggal 8 Maret 2026. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya kejahatan terorganisir yang memanfaatkan kelengahan atau ketidaktelitian korban.
Aksi yang dilakukan oleh para pelaku tersebut bukanlah sekadar pencurian biasa yang dilakukan secara spontan. Ini merupakan sebuah tipu muslihat yang dirancang dengan sangat cermat untuk mengalihkan konsentrasi penuh dari pemilik toko.
Modus operandi yang digunakan diduga melibatkan teknik pengalihan perhatian yang sering disebut sebagai 'gendam' dalam konteks penipuan jalanan, meskipun proses pastinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Hal ini bertujuan agar korban tidak menyadari proses penukaran uang yang sebenarnya terjadi.
"Sebuah insiden penipuan dengan modus operandi yang cukup mengkhawatirkan mengguncang ketenangan sebuah toko kelontong di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah," dilansir dari JABARONLINE.COM.
Lebih lanjut, keterangan tersebut menegaskan bahwa "Tiga orang yang mengaku sebagai warga negara asing (WNA) berhasil mengelabui pemilik toko hingga merugi sekitar Rp 4 juta," dilansir dari JABARONLINE.COM.
Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan upaya intensif untuk memburu para pelaku yang identitas dan keberadaannya masih belum diketahui. Pelaku utama dalam kasus penipuan uang palsu ini dilaporkan masih dalam status buron.
Kejadian pada Minggu (8/3/2026) sore ini memberikan pelajaran penting tentang kewaspadaan dalam transaksi, terutama ketika berhadapan dengan orang asing yang menunjukkan perilaku mencurigakan. Kasus ini menyoroti pentingnya edukasi terhadap pemilik usaha kecil mengenai modus penipuan baru.