PORTAL7.CO.ID - Laju harga emas di pasar spot dunia terpantau memasuki fase konsolidasi setelah sempat mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3), logam mulia ini sempat terkoreksi tipis sekitar 0,3 persen sebelum akhirnya melonjak kembali hingga satu persen. Kenaikan ini membawa harga emas bertengger di level US$5.322,12 per troy ounce pada pukul 04.59 WIB.

Meningkatnya permintaan terhadap aset *safe haven* menjadi pendorong utama di balik melesatnya harga emas ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Situasi ini dipicu oleh eskalasi konflik militer yang melibatkan Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel yang kian memanas. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serangan militer guna mencapai target strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sepanjang tahun berjalan, harga komoditas berkilau ini tercatat telah mengalami pertumbuhan sekitar 23 persen di tengah gejolak geopolitik global. Meskipun demikian, angka saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$5.595 per troy ounce yang tercipta pada akhir Januari 2026. Kondisi pasar saat ini mencerminkan kewaspadaan tinggi para pelaku pasar terhadap ketidakpastian ekonomi serta fluktuasi nilai mata uang dunia.

Frank Monkam dari Buffalo Bayou Commodities menilai potensi penguatan emas bisa tertahan oleh ekspektasi inflasi yang lebih tinggi di masa depan. Hal tersebut dikhawatirkan memicu The Fed dan bank sentral lainnya untuk kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif untuk meredam harga. Di sisi lain, analis TD Securities memprediksi emas tetap diuntungkan oleh ketidakstabilan geopolitik dan lonjakan biaya energi yang menekan selera risiko investor.

Konflik di Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata terhadap rantai pasok emas global, terutama di wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Serangan balasan dari Teheran memaksa penutupan wilayah udara dan penangguhan sejumlah penerbangan kargo di Dubai yang merupakan koridor perdagangan vital. Akibatnya, banyak pengiriman logam mulia yang biasanya transit melalui Dubai terpaksa dialihkan melalui rute lain demi keamanan logistik.

Para pedagang komoditas yang sebelumnya sempat menarik diri kini mulai melirik kembali posisi beli seiring memanasnya situasi di kawasan Teluk. Manish Kabra dari Societe Generale SA berpendapat bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai utama terhadap potensi guncangan harga energi dunia. Meskipun premi risiko geopolitik sudah tercermin pada harga minyak, daya tarik emas sebagai pelindung nilai terhadap pelemahan mata uang tetap tak tergoyahkan.

Pada penutupan sesi perdagangan, harga emas spot akhirnya ditutup menguat sebesar 0,95 persen meski beberapa logam lain menunjukkan tren berbeda. Harga perak justru mengalami pelemahan tajam sebesar 4,6 persen ke level US$89,43 per troy ounce, diikuti oleh penurunan tipis pada komoditas paladium. Sementara itu, Indeks Spot Dolar Bloomberg tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen di tengah fluktuasi pasar keuangan global yang dinamis.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/harga-emas-dunia-konsolidasi