PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Stuttgart baru saja memperkenalkan inisiatif digital terbarunya, sebuah portal bernama "Stuttgart – meine Stadt," pada hari Rabu, 23 April 2026. Peluncuran ini bertujuan untuk mempermudah warga dalam berpartisipasi aktif pada proses perencanaan kota melalui perangkat seluler mereka.
Bersamaan dengan inovasi digital ini, terdapat usulan signifikan dari gabungan kelompok politik CDU, Freie Wähler, dan FDP mengenai kebijakan parkir. Mereka mendesak agar lahan parkir umum dan pribadi yang dikelola di siang hari dapat diakses secara gratis oleh penduduk setempat setelah jam kerja usai.
Portal partisipasi yang diperbarui ini dirancang dengan antarmuka yang dioptimalkan khusus untuk perangkat seluler, bertujuan menghilangkan hambatan teknis yang sering muncul dalam keterlibatan publik. Berkat pembaruan ini, warga kini dapat menyampaikan masukan mengenai sebagian besar proyek kota tanpa perlu melalui proses registrasi yang merepotkan.
Dr. Fabian Mayer, Walikota Pertama Stuttgart yang bertanggung jawab atas digitalisasi, menjelaskan bahwa portal baru ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat. Teknologi ini mencakup penggunaan perangkat lunak SUMM AI untuk menyederhanakan bahasa teknis yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami.
Selain itu, layanan terjemahan DeepL juga diintegrasikan ke dalam portal tersebut, menyediakan terjemahan konten ke dalam dua belas bahasa berbeda untuk menjangkau lebih banyak penduduk.
Dr. Fabian Mayer menggarisbawahi pentingnya kemudahan akses dalam peluncuran ini, menyatakan, "Dengan 'Stuttgart – meine Stadt', kami membuka babak baru partisipasi digital. Ambisi kami adalah menggunakan solusi yang inovatif secara teknis dan menghilangkan hambatan yang ada, baik dalam aksesibilitas, akses, maupun kemudahan penggunaan. Hasilnya adalah portal yang mudah dan intuitif digunakan. Yang paling penting bagi kami adalah akses yang rendah hambatan: penduduk di masa depan juga dapat berpartisipasi tanpa registrasi dan menyampaikan perspektif mereka langsung dari ponsel pintar mereka," ujar Dr. Fabian Mayer, Walikota Pertama Stuttgart.
Lebih lanjut, Dr. Mayer menambahkan bahwa implementasi AI ini juga akan membantu departemen teknis kota dalam mengevaluasi umpan balik yang masuk dari warga dengan lebih efisien. AI berfungsi mengelompokkan pernyataan kunci dan menyusun tema utama dari masukan yang diterima sistem.
"Melalui pemanfaatan teknologi AI modern, seperti terjemahan otomatis ke dalam Bahasa yang Mudah, kami memastikan bahwa bahkan rencana yang kompleks pun dipahami dan dapat diakses oleh semua orang. Pada saat yang sama, kami menggunakan kecerdasan buatan untuk mengevaluasi masukan berharga dari penduduk secara lebih efisien dan menghubungkannya secara transparan kembali ke dalam proses perencanaan. Dengan demikian, kami memperkuat partisipasi dan menciptakan dasar penting bagi masyarakat kota yang dinamis," kata Dr. Fabian Mayer, Walikota Pertama Stuttgart.
Sementara itu, wacana mengenai ruang parkir terus menjadi topik diskusi hangat di Stuttgart, dilansir dari Stuttgarter Zeitung. Fraksi CDU, Freie Wähler, dan FDP menuntut agar administrasi kota mengadopsi Model Düsseldorf, yang memungkinkan warga menggunakan lahan komersial untuk parkir setelah jam operasional kantor atau toko selesai.