PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia mulai memetakan tantangan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendatang. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti profil demografis jemaah yang memerlukan perhatian ekstra dari para petugas di lapangan.

Dalam apel pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (17/4/2026), terungkap bahwa mayoritas jemaah berasal dari sektor agraris. Data ini menjadi basis penting bagi pemerintah untuk merumuskan pola pendampingan yang lebih efektif, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

"Tiga puluh persen lagi jamaah haji kita itu petani. Bahkan 25 persen jamaah kita itu adalah orang-orang yang sepuh, orang-orang yang tua," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Selain didominasi oleh profesi petani dan kelompok lanjut usia, tingkat pendidikan jemaah juga menjadi catatan khusus bagi kementerian. Kondisi ini menuntut para petugas untuk memiliki kemampuan komunikasi yang sederhana dan mudah dipahami oleh jemaah dari berbagai latar belakang.

"Sebagian besar jamaah kita itu 55 ribu orang jamaah kita itu hanya lulusan SD. 56 ribu lagi itu hanya lulusan SMP dan SMA," ucap Dahnil Anzar Simanjuntak.

Secara akumulatif, jemaah dengan tingkat pendidikan maksimal Sekolah Menengah Atas memang mencapai lebih dari seratus ribu orang. Namun, persentase jemaah yang hanya menempuh pendidikan dasar tetap menjadi kelompok signifikan yang membutuhkan pendekatan lebih humanis.

"Jadi hampir 100 ribu lebih jamaah kita itu paling tinggi pendidikannya itu adalah lulusan SMA. Tapi hampir 30% sampai dengan 35% jamaah haji kita itu hanya lulusan SD," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Tantangan teknis lainnya yang tidak kalah krusial adalah kondisi kesehatan jemaah reguler tahun ini. Berdasarkan data yang ada, mayoritas jemaah masuk dalam kategori pengawasan medis intensif karena faktor usia dan riwayat penyakit.

"Sebanyak 177 ribu dari total 203 ribu jamaah reguler Indonesia itu adalah orang-orang yang dikategorikan beresiko tinggi, terutama terkait dengan kesehatan," tutur Dahnil Anzar Simanjuntak.