PORTAL7.CO.ID - Nottingham Forest menghadapi tantangan besar menjelang laga krusial babak perempat final Liga Europa melawan FC Porto pada Kamis malam, 16 April 2026. Gelandang andalan mereka, Elliot Anderson, dipastikan absen dalam pertandingan penentu yang digelar di City Ground tersebut.

Keputusan ini diambil setelah sang pemain menerima kabar duka atas meninggalnya sang ibu, Helen. Anderson dilaporkan telah meninggalkan tim sejak Rabu pagi dan tidak mengikuti sesi latihan terakhir demi mendampingi pihak keluarga yang ditinggalkan.

"Elliot Anderson tidak tersedia untuk pertandingan malam ini menyusul kabar duka atas berpulangnya ibunda tercinta, Helen," ujar perwakilan Nottingham Forest dalam pernyataan resmi klub yang dilansir dari sumber internal.

Pihak manajemen klub memberikan dukungan penuh kepada pemain berusia 23 tahun tersebut di masa berkabung ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solusi praktis untuk menjaga kondisi mental sang pemain agar tetap mendapatkan ruang pribadi bersama keluarganya.

"Seluruh pihak di Nottingham Forest Football Club menyampaikan rasa duka cita yang paling dalam kepada Elliot dan keluarganya setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan ini," kata pihak manajemen klub.

Manajemen juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan kekuatan moral bagi Anderson. Klub berharap seluruh elemen pendukung dapat memahami situasi sulit yang tengah dihadapi oleh salah satu pilar penting tim tersebut.

"Doa serta simpati tulus kami menyertai keluarga besar Anderson di masa yang sulit ini," tambah manajemen Nottingham Forest.

Kehilangan Anderson menjadi ujian taktik bagi pelatih Vitor Pereira dalam meramu komposisi lini tengah. Mengingat kontribusinya yang sangat vital, Anderson tercatat telah memperkuat Nottingham Forest dalam 42 pertandingan di berbagai kompetisi musim ini.

Sikap sportif juga ditunjukkan oleh tim lawan, FC Porto, yang memberikan pesan penguatan melalui media sosial. Mereka mengesampingkan rivalitas di lapangan hijau sejenak untuk memberikan penghormatan atas musibah yang menimpa kubu tuan rumah.