PORTAL7.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, mendorong pemerintah untuk segera memfasilitasi peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Langkah strategis ini dinilai sangat mendesak guna membekali para pekerja dalam menghadapi tantangan berat di era digitalisasi yang kian pesat.

Harapan tersebut disampaikan secara resmi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026. Sarmuji memandang bahwa kehadiran negara sangat krusial agar kaum pekerja tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi yang terus berkembang.

Fokus utama yang diusulkan oleh beliau mencakup perluasan program pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia melalui skema reskilling dan upskilling. Hal ini bertujuan agar buruh Indonesia memiliki daya saing yang kuat di tingkat global, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Negara harus hadir memastikan pekerja tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Program pelatihan dan peningkatan keterampilan harus diperluas agar tenaga kerja kita mampu bersaing di tingkat global," kata M. Sarmuji.

Selain aspek kompetensi teknis, pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar ini menyoroti pentingnya keharmonisan hubungan antara pemilik usaha dan karyawan. Sinergi yang positif dianggap sebagai kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta menjamin kesejahteraan bersama.

"Hubungan industrial yang sehat harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, dialog terbuka, dan kemitraan yang setara. Pekerja dan pengusaha bukanlah dua pihak yang saling berhadapan, melainkan mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama," ujar M. Sarmuji.

Sarmuji juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi melalui dialog sosial antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha. Langkah preventif ini diyakini dapat menjadi solusi adil dalam mencegah potensi konflik industrial, baik di tingkat perusahaan maupun nasional.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pemerintah agar tetap konsisten dalam mengimplementasikan berbagai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini mencakup perlindungan hak dasar seperti jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kepastian upah yang layak bagi seluruh elemen buruh.

"May Day bukan hanya tentang memperingati perjuangan buruh, tetapi juga tentang memperkuat semangat kebersamaan. Dengan kerja sama yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing," pungkas M. Sarmuji.