PORTAL7.CO.ID - Gelaran Piala AFF U-17 2026 yang berlangsung pada April ini menjadi panggung krusial bagi skuat Garuda Muda untuk menunjukkan taringnya di level Asia Tenggara. Di balik persiapan teknis di lapangan hijau, terdapat aturan ketat yang diterapkan oleh sang nakhoda, Kurniawan Dwi Yulianto, guna memastikan kesiapan mental anak asuhnya.
Pelatih legendaris tersebut secara resmi memberlakukan larangan total bagi seluruh pemain Timnas Indonesia U-17 untuk mengakses media sosial selama turnamen berlangsung. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya preventif untuk menjaga konsentrasi pemain dari distraksi dunia maya.
Kebijakan yang cukup ekstrem ini, dilansir dari Detikcom, merupakan bentuk eskalasi dari aturan disiplin yang sebelumnya sudah diperkenalkan sejak masa pemusatan latihan. Pada tahap awal, tim kepelatihan masih memberikan kelonggaran terbatas bagi para pemain dalam menggunakan perangkat komunikasi mereka.
"Dalam masa pemusatan latihan atau TC, kami menerapkan aturan penggunaan telepon genggam yang dibatasi hanya selama dua hingga tiga jam dalam sehari," ujar Kurniawan.
Namun, suasana kompetisi yang lebih intens menuntut komitmen yang lebih besar dari setiap individu di dalam skuat. Kurniawan memandang bahwa saat memasuki fase kejuaraan resmi seperti AFF maupun AFC, segala celah yang dapat mengganggu psikologis pemain harus ditutup rapat.
"Ketika memasuki masa kejuaraan resmi, kami memutuskan untuk melarang seluruh pemain mengakses media sosial dalam bentuk apa pun," jelas Kurniawan.
Mantan penyerang andalan Indonesia itu menekankan bahwa pembatasan akses digital ini adalah sebuah pengorbanan kecil demi meraih prestasi yang lebih besar. Manajemen tim menyadari sepenuhnya bahwa komentar-komentar di media sosial, baik yang bersifat pujian maupun kritik tajam, dapat memengaruhi performa pemain muda.
"Langkah ini merupakan antisipasi kami karena sulitnya mengontrol pikiran atau mentalitas pemain secara penuh, sehingga hal-hal yang berpotensi mengganggu fokus harus dibatasi," tambah Kurniawan.
Menariknya, aturan disiplin ini tidak hanya berlaku bagi para pemain yang bertanding di lapangan saja. Kurniawan menuntut adanya keselarasan visi dan sikap dari seluruh elemen pendukung tim guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan seragam.