PORTAL7.CO.ID - Kondisi pasar modal Indonesia pada Maret 2026 terpantau sedang berada dalam fase konsolidasi yang dinilai cukup sehat. Pergerakan ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan sejak awal tahun ini.

"IHSG saat ini menunjukkan fase konsolidasi yang sehat setelah periode kenaikan signifikan, meskipun volatilitas pasar masih tetap ada," dilansir dari Jabaronline.com.

Sektor perbankan tetap menjadi pilihan utama karena perannya sebagai tulang punggung stabilitas bursa saham di tanah air. Bagi para investor yang baru terjun ke dunia pasar modal, saham kategori blue chip di sektor ini sangat direkomendasikan untuk membangun aset.

"Sektor perbankan, khususnya saham blue chip, menawarkan kombinasi antara fundamental yang kuat serta likuiditas tinggi bagi pembangunan portofolio efek," dilansir dari Jabaronline.com.

Ketahanan sektor keuangan ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang tetap stabil serta kualitas aset yang dikelola dengan sangat baik. Bank-bank besar di Indonesia terbukti mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada level yang rendah.

"Peningkatan intermediasi keuangan dan digitalisasi layanan telah berhasil mendorong efisiensi operasional perbankan secara signifikan di tengah tantangan ekonomi," dilansir dari Jabaronline.com.

Dalam memilih saham, investor pemula disarankan untuk memperhatikan tiga pilar utama yaitu profitabilitas, kesehatan neraca, serta komitmen pembagian dividen. Rasio seperti Return on Asset (ROA) dan Net Interest Margin (NIM) menjadi indikator penting yang harus dipantau secara berkala.

"Jangan hanya terpukau oleh harga saham yang murah, namun fokuslah pada valuasi relatif terhadap fundamental jangka panjang emiten tersebut," dilansir dari Jabaronline.com.

Analisis pasar modal menunjukkan bahwa emiten perbankan dengan kapitalisasi besar memiliki rekam jejak yang lebih teruji dalam menghadapi dinamika pasar. Secara historis, saham-saham ini memberikan imbal hasil atau return total yang jauh lebih stabil dibandingkan saham dengan kapitalisasi kecil.