PORTAL7.CO.ID - Badan Karantina Indonesia memperketat pengawasan terhadap distribusi ribuan hewan kurban antarwilayah melalui fasilitas tol laut. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan dan keamanan pasokan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin, 20 April 2026.
Penggunaan kapal khusus ini merupakan strategi untuk meminimalisir risiko kelelahan dan stres pada ternak selama masa pengiriman. Dilansir dari Cahaya, skema distribusi tersebut difokuskan pada jalur utama dari wilayah Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa serta Kalimantan.
Deputi Bidang Karantina Hewan, Sriyanto, menjelaskan bahwa penggunaan kapal khusus ternak sangat penting untuk menggantikan moda transportasi darat yang konvensional. Fasilitas kapal ini dirancang agar hewan memiliki ruang gerak yang lebih luas dan memadai selama perjalanan jauh.
Mahkota Pusaka 8 Kg Emas Mengguncang Jawa Barat: Jejak Spiritual Kirab Binokasih Sanghyang Pake
"Penggunaan kapal khusus ternak ini sangat krusial karena di atas kapal, ternak tidak terus-menerus berada di dalam truk, melainkan dipindahkan ke kandang-kandang yang telah disediakan," ujar Sriyanto.
Berdasarkan hasil peninjauan di Pelabuhan Bima pada 19 April 2026, armada kapal tersebut telah dilengkapi fasilitas yang memenuhi standar kesejahteraan hewan atau animal welfare. Hal ini diyakini akan memberikan dampak positif pada kondisi fisik sapi saat sampai ke tangan pembeli.
"Hal ini memungkinkan ternak untuk beristirahat dengan layak selama perjalanan, sehingga kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen," kata Sriyanto.
Selain aspek transportasi, setiap hewan kurban diwajibkan menjalani prosedur pemeriksaan fisik dan laboratorium yang sangat ketat. Proses ini mencakup deteksi dini terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks demi mencegah penyebaran wabah ke daerah tujuan.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 2.188 ekor sapi telah diberangkatkan menggunakan KMP Camara Nusantara 3. Rinciannya, sebanyak 948 ekor sapi dikirim ke wilayah Jabodetabek, sementara 1.240 ekor lainnya didistribusikan ke Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut memastikan bahwa ketersediaan armada kapal ternak akan mencukupi kebutuhan selama masa puncak. Pemerintah berkomitmen menjaga koordinasi lintas sektoral demi stabilitas mobilitas pangan secara nasional.