PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat langkah diplomasi internasional pada Rabu (15/4/2026). Upaya ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan daftar tunggu haji nasional yang saat ini telah mencapai puluhan tahun.

Dilansir dari Cahaya, penguatan komunikasi tersebut diarahkan melalui jalur formal dengan organisasi internasional maupun kesepakatan bilateral. Fokus utamanya adalah menjajaki potensi pemanfaatan kuota haji yang tidak terpakai oleh negara-negara sahabat.

"Diplomasi haji harus dilakukan untuk mendapatkan penambahan kuota, baik melalui komunikasi di level OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) maupun kerja sama dengan negara yang kuotanya tidak terpakai," kata Hidayat Nur Wahid.

Politisi senior yang juga bertugas di Komisi VIII DPR RI ini memaparkan bahwa rasio kuota saat ini masih mengacu pada angka 1:1.000 dari total penduduk Muslim. Menurutnya, besaran angka tersebut masih sangat memungkinkan untuk dinegosiasikan ulang demi kepentingan jemaah.

"Kalau memungkinkan, rasio itu bisa ditingkatkan, misalnya menjadi 2:1.000. Kalau itu bisa dicapai melalui diplomasi haji maka solusi untuk mengurangi antrean sebenarnya sudah ada di depan mata," tutur Hidayat Nur Wahid.

Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan keseriusan yang lebih besar dalam melobi pengalihan kuota dari negara-negara dengan daya serap jemaah rendah. Hal ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi antrean di tanah air yang sudah berada pada tahap memprihatinkan.

"Ini harus menjadi upaya serius karena antrean haji kita sangat panjang dan membutuhkan solusi konkret," ucap Hidayat Nur Wahid.

Dalam proses teknisnya, setiap langkah penyesuaian kuota harus tetap berlandaskan pada koridor hukum yang berlaku di Indonesia. Hidayat mengingatkan pentingnya kepatuhan regulasi, terutama menyangkut pembagian porsi antara jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus.

"Tujuan utama kita adalah memangkas daftar tunggu yang panjang agar masyarakat tidak harus menunggu hingga puluhan tahun untuk berangkat haji," kata Hidayat Nur Wahid.