Peredaran iklan palsu di platform media sosial kini menjadi ancaman serius bagi keamanan siber pengguna internet di Indonesia. Modus ini sering kali memanfaatkan algoritma canggih untuk menyasar korban yang kurang waspada terhadap tautan mencurigakan.

Penipu biasanya menawarkan produk dengan harga yang tidak masuk akal atau promo eksklusif untuk memancing klik dari pengguna. Setelah tautan diklik, korban sering kali diarahkan ke situs web tiruan yang dirancang untuk mencuri informasi kartu kredit atau kredensial akun.

Teknologi iklan yang semakin personal memudahkan pelaku kejahatan untuk menyamar sebagai merek ternama dengan kemiripan visual yang luar biasa. Fenomena ini diperparah oleh minimnya proses verifikasi ketat pada beberapa penyedia layanan periklanan digital secara global.