Bojonegoro, 28 Februari 2026 – Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro kembali mencuat setelah sebuah akun TikTok mengunggah video yang menyoroti menu sederhana di salah satu dapur layanan.
Manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aulia 2, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, kemudian melaporkan akun tersebut ke Polres Bojonegoro. Laporan ini diajukan karena unggahan dianggap merugikan reputasi layanan publik dan memicu opini negatif.
Video yang menampilkan sajian jeruk, singkong goreng, dan tahu bakso itu memantik komentar warganet. Sebagian mempertanyakan kecukupan gizi, sementara pihak SPPG menegaskan menu tersebut tetap sesuai standar.
Haryono, Humas SPPG Aulia 2, menyatakan tidak ada keluhan langsung dari penerima manfaat. Ia menilai narasi di media sosial tidak mencerminkan kondisi lapangan. Meski demikian, isu ini berkembang menjadi diskusi lebih luas mengenai transparansi dan tata kelola program.
Dari sisi gizi, kombinasi menu tersebut sebenarnya mencakup vitamin, karbohidrat, serta protein. Program MBG sendiri dirancang berbasis kecukupan gizi bulanan, sehingga variasi menu harian diakumulasi untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) peserta didik.
Polres Bojonegoro membenarkan adanya laporan dan kini tengah melakukan klarifikasi serta pemanggilan saksi. Mediasi tetap terbuka sebagai opsi penyelesaian.
Program MBG merupakan kebijakan nasional yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN). Menu disusun berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan dan rekomendasi ahli gizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
Dalam konteks ini, satu potongan video dinilai tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan pelaksanaan program. Kritik tetap diperlukan sebagai kontrol sosial, namun penyampaian yang berbasis data dan proporsional dianggap lebih konstruktif untuk mendorong perbaikan layanan publik.*