PORTAL7.CO.ID - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Siti Hediati Hariyadi, melakukan kunjungan kerja penting ke Labuan Bajo pada hari Jumat, 24 April 2026. Kunjungan ini beragenda utama membahas kuota pariwisata di Taman Nasional Komodo (TNK).
Ini merupakan momen bersejarah bagi Titiek Soeharto, putri mantan Presiden Soeharto, karena menandai kehadiran perdananya kembali ke Labuan Bajo setelah absen selama kurang lebih dua dekade. Kehadiran rombongan legislatif tersebut disambut dengan diskusi bersama jajaran Kementerian Kehutanan dan para pelaku industri pariwisata setempat.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di sebuah restoran yang menawarkan pemandangan laut spektakuler, di mana Titiek Soeharto mengungkapkan rasa takjubnya. Ia terkesan melihat perubahan signifikan dalam keindahan alam dan peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan wisata kelas dunia tersebut.
"Untuk saya pribadi saya senang sekali hari ini saya bisa datang lagi ke Labuan Bajo setelah mungkin 20 tahun yang lalu ya saya datang ke sini," aku Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.
Anggota parlemen dari Fraksi Partai Gerindra ini mengaku terkejut melihat perkembangan pesat Labuan Bajo saat ia memandang gugusan pulau dan ratusan kapal pinisi yang tertambat di pagi hari, setelah kedatangannya pada malam sebelumnya.
"Tadi pangling banget, tadi malam datangnya malam-malam nggak kelihatan (keindahan Labuan Bajo), begitu pagi masya Allah indah sekali di sini ya," imbuh Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.
Akhir Manis Skuad Putri Indonesia di Uber Cup 2026: Perunggu Diraih, Evaluasi Strategis Menanti
Selain keindahan alam, Titiek Soeharto juga memberikan apresiasi khusus terhadap upaya pemeliharaan area publik yang terlihat sangat baik sepanjang jalur utama kota Labuan Bajo.
"Sepanjang jalan ini bagus dan bersih itu saya sangat mengapresiasi sekali," ujar Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.
Namun, suasana diskusi bergeser fokus ketika Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memaparkan persoalan krusial mengenai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari tiket masuk wisatawan. Titiek Soeharto langsung menanyakan mengenai keluhan daerah yang merasa seluruh pemasukan dari TNK disedot sepenuhnya oleh pemerintah pusat.