PORTAL7.CO.ID - Sebuah insiden tragis mengguncang dunia pendidikan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, setelah seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan meninggal dunia karena tenggelam. Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi di area kolam retensi yang cukup dikenal di wilayah tersebut.

Korban dalam insiden ini telah diidentifikasi bernama Afika Salsabila, yang saat kejadian baru menginjak usia 12 tahun. Kejadian mengenaskan ini berlangsung pada hari Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

Lokasi spesifik meninggalnya korban adalah di sebuah kolam retensi yang berada di Kelurahan Bukit Sangkal, Palembang. Area ini diduga menjadi tempat bermain korban bersama rekan-rekan sebayanya sebelum tragedi terjadi.

Diduga kuat, penyebab utama insiden ini adalah korban tidak menyadari kedalaman kolam retensi tersebut. Hal ini terjadi saat Afika sedang asyik bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi kolam.

Pihak kepolisian setempat telah mengambil langkah untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap kronologi kejadian tersebut. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

"Tragedi menimpa dunia pendidikan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, setelah seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan meninggal dunia karena tenggelam," demikian disampaikan dalam berita yang mengulas peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, informasi mengenai identitas korban disampaikan secara rinci. "Korban diidentifikasi bernama Afika Salsabila, yang baru berusia 12 tahun, saat insiden tersebut terjadi pada hari Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB," bunyi keterangan yang didapat dari sumber berita.

Mengenai dugaan penyebab awal, sumber menyatakan bahwa korban diduga tidak mengetahui bahaya kedalaman kolam. "Diduga kuat, korban tidak menyadari kedalaman kolam retensi saat bermain bersama teman-temannya di lokasi tersebut," mengacu pada kronologi awal yang berkembang.

Peristiwa tenggelamnya siswi SMP di kolam retensi Kelurahan Bukit Sangkal ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas. Proses penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan penuh mengenai penyebab pasti insiden ini.