PORTAL7.CO.ID - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Pertalite di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, saat ini sedang menghadapi hambatan teknis. Masalah ini berdampak langsung pada 14 sub penyalur yang tersebar di berbagai titik di daerah tersebut. Pertamina Patra Niaga kini tengah berupaya keras untuk memulihkan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat setempat.

Gangguan operasional ini dipicu oleh terblokirnya kode barcode pada aplikasi Mikrosite yang selama ini digunakan dalam proses distribusi. Pihak Pertamina menjelaskan bahwa kendala tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan infrastruktur digital perusahaan. Tim teknis sedang melakukan penyesuaian sistem secara menyeluruh guna memastikan layanan kembali normal secepat mungkin.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan konsumen. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan transisi platform dari aplikasi Mikrosite menuju aplikasi X-Star. Langkah modernisasi ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan distribusi BBM kepada publik.

Pertamina terus menjalin komunikasi intensif dengan BPH Migas agar proses penyesuaian sistem ini dapat segera dituntaskan. Koordinasi ini sangat krusial agar tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat penyaluran di lapangan. Upaya sinkronisasi data antar instansi diharapkan mampu mempercepat pembukaan blokir akses yang terjadi saat ini.

Kepala Bagian SDA Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, menyatakan bahwa dirinya belum bisa memastikan kapan distribusi ke sub penyalur akan kembali pulih sepenuhnya. Meskipun rekomendasi untuk 14 sub penyalur telah diterbitkan oleh pemerintah daerah, kendala pada aplikasi tetap menjadi penghalang utama. Ia menyebutkan bahwa proses input barcode belum bisa dilakukan oleh pihak penyedia di lapangan.

Tarsisius menjelaskan bahwa penyaluran BBM secara umum sebenarnya masih berjalan, namun khusus untuk sub penyalur masih menunggu respons dari BPH Migas. "Penyaluran tetap jalan. Hanya untuk sub penyalur kita masih menunggu respons BPH Migas atas surat Pemda Flores Timur," ujarnya pada Jumat (27/2). Ia menambahkan bahwa masalah akses aplikasi Mikrosite membuat SPBU belum bisa melayani permintaan dari sub penyalur tersebut.

Di sisi lain, pelayanan BBM melalui SPBU konvensional tetap beroperasi secara normal dengan ketersediaan stok subsidi yang mencukupi. Masyarakat masih dapat membeli BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertadex tanpa mengalami hambatan apapun di titik penjualan. Fokus utama saat ini adalah memulihkan akses bagi 14 sub penyalur agar kebutuhan energi di pelosok Flores Timur segera terpenuhi.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/pertamina-atasi-kendala-distribusi-bbm