PORTAL7.CO.ID - Presiden Joko Widodo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyambut antusias pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka. Momen pertemuan tersebut dianggap sebagai indikator positif komitmen kepemimpinan saat ini dalam merawat keutuhan bangsa.
Zulhas melihat agenda pertemuan ini sebagai wujud nyata upaya Presiden Prabowo untuk membangun komunikasi yang inklusif. Langkah ini dinilai penting untuk menjembatani berbagai kekuatan politik yang ada di Indonesia saat ini.
Menurut pandangan PAN, dialog dan silaturahmi antar elite politik merupakan elemen fundamental dalam menjaga stabilitas negara. Stabilitas ini krusial dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan yang semakin kompleks di tingkat global.
"Di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks, langkah Presiden Prabowo untuk terus merangkul semua pihak patut diapresiasi," ujar Zulhas dalam keterangan tertulisnya kepada awak media pada Kamis (19/3/2026).
Zulhas menambahkan bahwa pertemuan ini menunjukkan kualitas kepemimpinan yang mengutamakan persatuan dan semangat kegotongroyongan demi kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
"Ini menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan persatuan dan gotong royong demi kepentingan bangsa," tegas Zulhas.
Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan posisi mereka sebagai pendukung upaya pemerintah dalam membangun kerja sama yang inklusif. Dukungan ini ditujukan untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju dan sejahtera sesuai harapan publik.
"PAN, ditegaskannya, akan selalu mendukung upaya Prabowo dalam membangun kerja sama inklusif dengan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera," tambah Zulhas.
Presiden Prabowo Subianto sendiri mengonfirmasi pertemuan bersejarah tersebut melalui unggahan resmi di akun media sosial Instagram miliknya. Ia menekankan bahwa pertemuan ini adalah kelanjutan dari tradisi silaturahmi para pemimpin bangsa.