PORTAL7.CO.ID - Tragedi menyentuh hati terjadi di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, di mana seorang anak laki-laki berinisial DK (12 tahun) harus menghembuskan napas terakhirnya. Kematian ini merupakan puncak dari perjuangan panjang melawan dampak bisa ular berbisa yang menyerangnya.
Korban dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis intensif dalam kurun waktu 25 hari penuh. Perawatan tersebut dilakukan untuk mengatasi efek gigitan dari ular weling yang sangat berbisa dan berbahaya.
Insiden nahas yang merenggut nyawa bocah tersebut berawal pada Minggu, 29 Maret lalu. Saat itu, korban sedang terlelap tidur di lantai rumahnya tanpa menyadari adanya bahaya yang mendekat.
Awalnya, DK tidak menyadari bahwa reptil yang menggigitnya adalah ular berbisa. Ia sempat mengira bahwa gigitan tersebut berasal dari benda atau hewan yang tidak berbahaya.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa ular yang menyerang korban memiliki panjang sekitar 1,5 meter, ukuran yang cukup signifikan untuk seekor ular weling. Gigitan fatal tersebut terjadi tepat di bagian tangan korban.
Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga mengenai kewaspadaan, bahkan di dalam lingkungan rumah sendiri, terutama saat malam hari. Kasus ini menjadi sorotan publik atas bahaya ular berbisa yang terkadang masuk ke pemukiman warga.
Dikutip dari JABARONLINE.COM, peristiwa tragis ini bermula pada hari Minggu, 29 Maret, ketika korban tidak menyadari keberadaan ular tersebut. Hal ini menunjukkan betapa cepat dan tak terduganya serangan reptil tersebut.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, korban sempat mengira reptil berbisa itu adalah mainan sebelum akhirnya tangannya tergigit oleh ular weling yang memiliki panjang sekitar 1,5 meter. Deskripsi awal mengenai kesalahpahaman korban ini menambah nuansa dramatis pada kejadian tersebut.