PORTAL7.CO.ID - Harga logam mulia perak kembali mencatatkan performa positif yang cukup signifikan pada pembukaan pekan perdagangan ini. Penguatan ini menandakan adanya pergeseran minat investor di pasar komoditas global.

Apresiasi yang dialami oleh perak ini terlihat sejalan dengan tren yang juga ditunjukkan oleh logam mulia emas. Kedua aset ini seringkali bergerak searah ketika terjadi perubahan fundamental dalam ekonomi makro.

Pergerakan harga secara spesifik terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2026. Data menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap aset yang dianggap aman (safe haven) oleh para pelaku pasar.

Kenaikan minat investor terhadap aset pelindung nilai ini merupakan pendorong utama di balik melonjaknya harga perak di bursa internasional. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu memicu perilaku ini.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, peningkatan harga ini mencerminkan sentimen pasar yang tengah berubah arah. Investor mencari instrumen yang dapat menjaga nilai kekayaan mereka dari volatilitas.

Sementara itu, pelemahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat memberikan angin segar bagi komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut. Hal ini membuat harga perak menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Kenaikan harga perak yang mendekati level $89 mengindikasikan bahwa pasar sedang menguji batas resistensi psikologis yang penting. Level ini sering menjadi penentu arah pergerakan harga jangka pendek.

Pergerakan harga pada hari Selasa, 10 Maret 2026, ditandai dengan meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah kondisi ekonomi makro yang berubah, kata analis pasar komoditas.

Minat ini menjadi pendorong utama kenaikan harga perak di pasar internasional, sebagaimana tercermin dalam volume perdagangan yang meningkat signifikan pada hari tersebut, ujar seorang pengamat pasar.