Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menjatuhkan hukuman tegas kepada dua tim akademi PSM Makassar. Sanksi ini diberikan menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh tim U-16 dan U-18 selama berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2025/2026. Keputusan ini menegaskan komitmen PSSI untuk menjaga kedisiplinan dan profesionalisme di level kompetisi usia muda.

Sanksi paling spesifik dijatuhkan kepada skuad PSM Makassar U-16. Tim muda Juku Eja tersebut terbukti melakukan pelanggaran berupa keterlambatan memasuki lapangan pada jeda babak kedua pertandingan. Insiden ini terjadi saat mereka menghadapi tim Bali United U-16 pada tanggal 13 Desember 2025 lalu. Akibat kelalaian tersebut, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi pengurangan tiga poin dalam klasemen fair play.

Sementara itu, tim PSM Makassar U-18 juga tidak luput dari hukuman Komdis PSSI. Tim kelompok usia tersebut dijatuhi sanksi berupa denda administratif yang jumlahnya mencapai Rp 12,5 juta. Sanksi ini merupakan bagian dari upaya penegakan aturan yang berlaku ketat di seluruh jenjang kompetisi yang diselenggarakan PSSI. Sidang Komite Disiplin yang memutuskan sanksi ini dilaksanakan pada 17 Desember 2025.

Keputusan Komdis PSSI ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pertandingan yang telah ditetapkan. Bahkan pelanggaran kecil seperti keterlambatan masuk lapangan dapat berdampak serius pada perolehan poin tim. Hukuman ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh kontestan EPA Super League agar selalu menjunjung tinggi disiplin waktu dan prosedur pertandingan.

Pengurangan tiga poin fair play bagi PSM U-16 tentu berdampak pada penilaian klub secara keseluruhan di mata federasi. Meskipun tidak mengurangi poin di klasemen utama, sanksi ini mencoreng catatan kepatuhan regulasi tim. Di sisi lain, denda sebesar Rp 12,5 juta menjadi kewajiban finansial yang harus segera dipenuhi oleh manajemen PSM Makassar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PSM Makassar terkait langkah lanjutan yang akan mereka ambil. Klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur tersebut memiliki opsi untuk mengajukan banding terhadap keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, prioritas utama klub saat ini diperkirakan adalah memastikan kedua tim akademi kembali fokus pada sisa jadwal pertandingan.

Secara keseluruhan, sanksi yang dijatuhkan PSSI ini menunjukkan ketegasan dalam mengawal kompetisi usia muda yang profesional. Denda dan pengurangan poin adalah konsekuensi yang harus diterima atas kelalaian dalam menjalankan regulasi. Diharapkan insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh peserta EPA Super League untuk meningkatkan standar kedisiplinan di masa mendatang.