Dulu, aku mengira kedewasaan adalah tentang angka yang terus bertambah di kalender setiap tahunnya. Namun, kenyataan memukulku keras saat badai kehilangan datang tanpa permisi tepat di depan pintu rumahku.
Aku terpaksa berdiri di atas kaki sendiri ketika semua sandaran yang kupunya perlahan runtuh satu per satu. Air mata yang dulu tumpah dengan mudah, kini tertahan oleh tanggung jawab besar yang mendesak untuk segera diselesaikan.
Malam-malam panjang kuhabiskan dengan merenungi setiap kesalahan yang pernah kuperbuat di masa lalu yang kelam. Aku menyadari bahwa menyalahkan keadaan tidak akan pernah mengubah pahitnya kenyataan menjadi manis dengan sendirinya.
Setiap hari yang kulewati terasa seperti lembaran baru dalam sebuah novel kehidupan yang penuh dengan plot tak terduga. Aku belajar bahwa menjadi dewasa berarti berani mengambil keputusan besar meski hati sedang diliputi keraguan yang mendalam.
Aku mulai memaafkan diriku sendiri atas segala kegagalan yang sempat membuatku ingin menyerah pada keadaan. Kedewasaan ternyata bukan tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang seberapa cepat kita mampu bangkit kembali setelah terpuruk.
Kini, aku melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas dan penuh dengan rasa syukur yang tulus. Tidak ada lagi keluhan yang sia-sia, hanya ada upaya nyata untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri setiap harinya.
Luka yang dulu terasa sangat perih kini telah mengering dan meninggalkan bekas permanen yang justru menguatkan jiwaku. Aku mengerti bahwa setiap cobaan adalah guru terbaik yang mengajarkan arti kesabaran yang sesungguhnya di tengah badai.
Perjalanan ini masih sangat panjang, namun aku tidak lagi takut menghadapi apa pun yang ada di depan sana. Kedewasaan telah memberiku kompas batin untuk tetap berjalan lurus di tengah kabut ketidakpastian yang sangat tebal.
Pada akhirnya, kedewasaan adalah tentang bagaimana kita tetap memilih untuk berbuat baik meskipun dunia sedang tidak baik-baik saja. Apakah kamu sudah siap untuk menulis bab selanjutnya dalam hidupmu sendiri dengan penuh keberanian?