PORTAL7.CO.ID - Pekan perdagangan baru di awal bulan Maret 2026 dibuka dengan sentimen negatif bagi mata uang Rupiah di pasar domestik. Nilai tukar Rupiah tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan ketika berhadapan langsung dengan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS).
Dinamika pasar pada Senin, 9 Maret 2026, menunjukkan bahwa mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil melonjak tajam. Lonjakan ini membawa posisi Dolar AS memasuki kisaran level psikologis yang penting, yakni menembus angka Rp 17.000.
Menurut data terbaru yang dihimpun dari Bloomberg, posisi Dolar AS menunjukkan kenaikan substansial pada hari tersebut. Mata uang ini merangkak naik sebesar 0,50 persen, mengantarkannya menyentuh angka Rp 17.009.
Analisis Saham Pilihan Maret 2026: 5 Blue Chip Unggulan untuk Investasi Saham Jangka Panjang
Pergerakan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang sudah dimulai sebelumnya. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan hari Jumat, 6 Maret 2026, Rupiah tercatat berada di level Rp 16.925, yang berarti terjadi koreksi sebesar 20 poin.
Informasi mengenai kenaikan Dolar AS terhadap Rupiah ini merupakan berita ekonomi penting yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. Data tersebut diperoleh dan disampaikan sebagaimana dilansir dari finance.detik.com.
Menariknya, pergerakan Dolar AS tidak seragam jika dibandingkan dengan mata uang global lainnya yang diperdagangkan. Mata uang ini justru menunjukkan tren pelemahan di beberapa pasar mata uang utama dunia.
Sebagai contoh, Dolar AS dilaporkan mengalami penurunan nilai sebesar 0,90 persen ketika disandingkan dengan mata uang Euro (EUR). Selain itu, Dolar AS juga melemah 0,89 persen saat berhadapan langsung dengan Poundsterling Inggris (GBP).
Kondisi serupa juga teramati pada mata uang Dolar Australia (AUD), di mana Dolar AS mengalami kontraksi nilai sebesar 0,84 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan Dolar AS merupakan fenomena yang terjadi secara parsial di pasar internasional.
Namun, Dolar AS berhasil membalikkan sentimen positif ketika diperdagangkan melawan mata uang tertentu. Mata uang Negeri Paman Sam ini berhasil mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,60 persen terhadap Yen Jepang (JPY).