PORTAL7.CO.ID - Bek andalan Real Madrid, Antonio Rudiger, secara terbuka mengakui betapa sulitnya menghadapi striker Bayern Munchen, Harry Kane, dalam duel krusial Liga Champions mendatang. Pertemuan kedua klub raksasa Eropa ini diprediksi akan menjadi laga yang sangat ketat di babak perempat final.
Rudiger menegaskan bahwa menghentikan ketajaman Kane tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan individu seorang bek. Menurutnya, diperlukan koordinasi pertahanan tim yang sangat solid untuk membatasi pergerakan kapten Timnas Inggris tersebut di lapangan.
Bayern Munchen saat ini dipandang sebagai salah satu tim paling menakutkan di kancah Eropa, meskipun mereka sempat menghadapi kendala cedera pemain. Klub asal Bavaria tersebut tetap mempertahankan performa yang konsisten di berbagai kompetisi domestik maupun internasional.
"Kami semua di Madrid sadar kami akan menghadapi tim berkelas dunia yang benar-benar konsisten. Tidak ada tantangan yang lebih besar dari ini," ujar bek Real Madrid tersebut, menggarisbawahi level ancaman yang dihadapi timnya.
Performa ofensif Bayern Munchen musim ini sangat mengesankan, terbukti dari catatan impresif mereka yang telah mengemas 131 gol di semua ajang yang diikuti. Lini serang mereka terbukti sangat efektif dalam menembus pertahanan lawan.
Di Liga Champions fase grup, tim asuhan raksasa Jerman itu berhasil mengamankan posisi runner-up di bawah naungan Arsenal FC. Rudiger bahkan menyamakan kualitas Bayern Munchen dengan klub London Utara tersebut sebagai tim terbaik saat ini.
"Mereka saat ini adalah tim paling konsisten dan terbaik di Eropa bersama Arsenal," tambah Rudiger saat memberikan penilaian terhadap kekuatan calon lawan yang akan mereka hadapi.
Kekuatan utama Bayern Munchen terletak pada trio penyerang mereka yang sangat produktif, yakni Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise. Ketiganya telah total menyumbang 75 gol berdasarkan data dari SofaScore, menjadikannya salah satu trisula paling mematikan di Eropa.
Meskipun demikian, kontribusi gol Bayern tidak hanya bergantung pada trio tersebut, sebab pemain lain seperti Serge Gnabry, Lennart Karl, Nicolas Jackson, dan Jamal Musiala juga turut menyumbang gol. Distribusi gol yang merata ini menunjukkan bahwa ancaman mereka bersifat kolektif.