PORTAL7.CO.ID - Pada akhir pekan lalu, lebih dari 8.000 pelari memadati kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, untuk mengikuti ajang Women's Day Run 10K 2026. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kartini dan mengampanyekan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Dilansir dari Detik Sport, jumlah partisipan pada edisi 2026 ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sejak kegiatan pertama kali diluncurkan pada tahun 2023. Meskipun mengusung tema perempuan, ajang lari ini tetap terbuka bagi peserta laki-laki yang turut berpartisipasi di sepanjang rute.
"Melalui Haier Women's Day Run 10K 2026, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga penuh makna, di mana setiap langkah menjadi simbol dukungan terhadap kesetaraan dan pemberdayaan perempuan," ujar Yan Xu Hong, President Director Haier Indonesia.
Presiden Direktur Haier Indonesia, Yan Xu Hong, hadir langsung untuk menyambut para pelari dan tamu undangan dalam acara tersebut. Pihak manajemen menekankan pentingnya ruang olahraga yang bermakna bagi masyarakat luas.
Yan Xu Hong menambahkan bahwa gaya hidup aktif kini menjadi solusi bagi perempuan masa kini dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan. Aktivitas lari dianggap efektif untuk membangun koneksi sosial yang lebih luas di tengah tuntutan hidup yang tinggi.
"Seru banget merayakan hari Kartini dengan lomba lari 10K. Lari sekarang jadi olahraga kesukaan para perempuan Indonesia," ujar Irmalia, salah satu peserta.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar serta Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan. Selain itu, tampak hadir pula Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath.
Partisipasi masyarakat dalam Women's Day Run 10K 2026 mencerminkan tingginya minat warga Jakarta dan sekitarnya terhadap olahraga lari. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terus menarik perhatian ribuan pecinta olahraga setiap menjelang peringatan Hari Kartini.
Antusiasme peserta terlihat dari suasana perlombaan yang semarak di rute sepanjang 10 kilometer tersebut. Para pelari menganggap kegiatan ini sebagai momentum tepat untuk merayakan semangat emansipasi.