PORTAL7.CO.ID - Dallas Mavericks resmi tersingkir dari persaingan pascamusim pada tanggal 23 Maret 2026, sebuah tanggal yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun pelatih Jason Kidd dan pemain bintang Kyrie Irving. Kekalahan ini menandai kali pertama bagi Kidd gagal mengantar timnya lolos ke babak playoff atau bahkan Turnamen Play-In sejak ia menjabat sebagai pelatih pada tahun 2021.

Suasana di American Airlines Center, markas Mavericks, tampak memanas menjelang akhir pertandingan melawan Orlando Magic. Pelatih Jason Kidd harus diusir menuju ruang ganti pada awal kuarter keempat setelah terlibat adu argumen sengit dengan wasit Eric Lewis.

Ketidakpuasan Kidd dipicu oleh dugaan pelanggaran yang tidak diberi sanksi, yaitu saat Desmond Bane menarik siku Cooper Flagg dalam perebutan bola. Insiden tersebut tidak membuahkan peluit pelanggaran untuk Mavericks, dan ironisnya, Cooper Flagg justru diganjar technical foul atas kejadian tersebut.

Di tengah kekacauan dengan keluarnya Kidd, situasi semakin memanas ketika Naji Marshall juga harus menyusul ke ruang ganti setelah menerima technical foul keduanya. Meskipun demikian, di tengah situasi yang kurang kondusif itu, Cooper Flagg justru menunjukkan performa ofensif yang sangat memukau.

Flagg menutup pertandingan dengan mengoleksi total 51 poin, yang merupakan pencapaian poin tertinggi sepanjang kariernya di NBA. Lebih jauh lagi, catatan 51 poin tersebut secara resmi memecahkan rekor poin terbanyak yang pernah dicetak oleh seorang pemain remaja dalam sejarah liga NBA.

Meskipun Mavericks harus menelan kekalahan dengan skor akhir 138-127 dari Orlando Magic, penampilan individu Flagg menjadi satu-satunya catatan positif yang menonjol. Pemain berusia 19 tahun tersebut tampil eksplosif di kuarter ketiga, di mana ia berhasil mencetak 14 poin hanya dalam waktu 7 menit 44 detik, mengisyaratkan potensi besar sebagai calon Rookie of the Year.

Mengenai situasi tim, Jason Kidd menekankan bahwa fokusnya saat ini adalah memaksimalkan sisa pertandingan untuk pengembangan skuat muda. "Tugas saya sekarang adalah menyelesaikan enam pertandingan terakhir dengan level tinggi," ujar Kidd.

Kidd melanjutkan pernyataannya dengan fokus pada peningkatan mentalitas tim menjelang akhir musim reguler. "Memastikan tim mencapai garis finis dan secara internal kami mencapai banyak hal yang telah kami bicarakan di ruang ganti, dan dua di antaranya adalah energi dan usaha," kata Kidd.

Kekalahan dari Magic ini merupakan yang ke-14 secara beruntun di kandang bagi Dallas Mavericks, namun secara statistik, kekalahan ini justru menguntungkan mereka dalam undian draf. Hasil tersebut membantu Mavericks mengamankan posisi keenam dalam klasemen undian draf, unggul satu pertandingan dari New Orleans Pelicans.