PORTAL7.CO.ID - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, atau yang akrab disapa Babeh Haikal, menyampaikan klarifikasi penting mengenai status sertifikasi halal produk impor. Pernyataan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama dan pertemuan media yang diadakan di Imperial Kitchen & Dimsum, Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Senin, 9 Maret 2026.
Haikal menegaskan bahwa kebijakan tarif resiprokal dalam perdagangan internasional tidak akan menghilangkan mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Semua komoditas yang ingin beredar di pasar Indonesia, tanpa terkecuali produk asal Amerika Serikat, wajib mematuhi regulasi tersebut.
Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar mengenai potensi pelonggaran pengawasan halal akibat kesepakatan dagang global. Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk menjalankan konstitusi demi menjamin keamanan produk bagi masyarakat.
Mengenai isu yang menyebutkan produk AS akan bebas masuk tanpa pengawasan halal, Haikal memberikan bantahan tegas. "Benarkah produk Amerika bebas masuk tanpa halal? Tidak benar. Tetap ada proses halal," ujar Haikal.
Ia menjelaskan bahwa produsen dari Amerika Serikat memiliki dua jalur resmi untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal di Indonesia. Jalur pertama adalah melalui lembaga halal di negara asal yang telah diakui dan diotorisasi oleh BPJPH.
Opsi kedua yang tersedia bagi produsen global adalah mengajukan proses sertifikasi secara langsung kepada BPJPH di Indonesia. Menurut Haikal, produsen besar menyadari betul signifikansi standar halal untuk mengakses pasar domestik yang didominasi oleh konsumen muslim.
"Amerika negara besar, mereka juga tahu bahwa kalau tidak halal, produk mereka tidak akan dibeli di Indonesia," tutur Haikal.
Perkembangan tren industri global saat ini menunjukkan pergeseran signifikan menuju transparansi total dalam rantai pasok. Sistem halal modern kini sangat menekankan pada aspek ketelusuran bahan baku (traceability) dan kepercayaan terhadap proses produksi (trustability).
"Sekarang trennya transparansi. Kalau tidak jelas bahan bakunya, itu sudah ketinggalan zaman," kata Haikal.