JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan pemerintah meski muncul desakan penghentian sementara dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) setelah sejumlah kasus keracunan siswa. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan anak menjadi prioritas, namun program ini dianggap terlalu strategis untuk dihentikan. Fokus diarahkan pada pembenahan tata kelola dan penguatan sistem pengawasan agar keamanan pangan lebih terjamin.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan bahwa MBG bukan sekadar bantuan makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi penerus. Survei Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan adanya penurunan gangguan belajar akibat lapar, dengan dampak paling signifikan di wilayah Indonesia Timur. Data ini memperkuat argumen bahwa program makan sekolah berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Meski JPPI meminta penghentian sementara, pemerintah memilih langkah korektif. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa insiden keracunan harus dijadikan pelajaran untuk memperbaiki sistem, bukan alasan untuk menghentikan program. Kebijakan yang ditempuh antara lain penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang bermasalah, evaluasi juru masak dan standar operasional, kewajiban sertifikasi laik higiene sanitasi bagi seluruh dapur penyedia MBG, serta pengawasan lintas sektor bersama pemerintah daerah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan sertifikasi selesai dalam satu bulan.

Secara global, program makan sekolah terbukti mampu mengurangi ketimpangan akses pangan dan meningkatkan capaian akademik siswa bila dijalankan dengan standar keamanan ketat. Di Indonesia, MBG telah menunjukkan dampak positif terhadap konsentrasi belajar, meski insiden keracunan memicu perhatian publik. Pemerintah optimistis bahwa dengan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat, program ini akan berjalan lebih aman dan efektif, tetap menjadi instrumen strategis dalam memperkuat gizi anak serta mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul.*