JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Ibu Kota. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menginisiasi langkah strategis untuk mendorong kemandirian usaha sekaligus memberikan solusi kelistrikan yang aman bagi pedagang kaki lima.
Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh porosjakarta.com bersama Kamaksi di Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), Senior Officer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jakarta Raya, Septa Aryo Widyanarko, memaparkan tantangan pemberdayaan UMKM di Jakarta. Berdasarkan data, terdapat 658.365 UMKM di DKI Jakarta, namun baru sekitar 12.631 atau kurang dari 2 persen yang terserap dalam pembinaan Rumah BUMN, khususnya di bawah naungan PLN.
"Sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak program TJSL, PLN UID Jakarta Raya telah membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023. Kami berkomitmen membina usaha mikro dan kecil agar lebih tangguh dan mandiri sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/04/2021," ujar Septa.
Program ini terbukti memberikan dampak signifikan. Berdasarkan pengukuran internal, tim TJSL PLN berhasil memenuhi lebih dari 90 persen harapan masyarakat terkait dampak program dengan capaian nilai 90,66 persen. Sementara itu, untuk aspek keberlanjutan program, PLN mencatatkan angka melampaui ekspektasi sebesar 94,29 persen.
Selain meningkatkan kapasitas usaha, PLN juga memberikan solusi konkret terhadap permasalahan akses listrik bagi UMKM pinggir jalan. Selama ini, fenomena penarikan kabel liar masih sering ditemukan, yang tidak hanya melanggar aturan tetapi juga membahayakan keselamatan umum dan merusak jaringan distribusi.
Sebagai solusinya, PLN menginisiasi pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) atau Sambungan Listrik Luar Umum (SLLU) secara berkelompok. Model ini dirancang agar para pelaku UMKM dapat memperoleh pasokan listrik yang legal, aman, dan terjangkau.
"Melalui pendaftaran secara berkelompok, proses administrasi menjadi lebih efisien dan biaya dapat dibagi secara merata antar anggota. Kami ingin mengakhiri praktik tarik kabel liar dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya," tambah Septa.
Inisiatif ini sejalan dengan prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. PLN berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis serta edukasi mengenai pentingnya penggunaan listrik yang sah dan bertanggung jawab.
"Kami optimis melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, UMKM binaan PLN dapat tumbuh menjadi pilar penggerak ekonomi yang tangguh di Jakarta," pungkas Septa.