PORTAL7.CO.ID - PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi meluncurkan program Road to Maybank Marathon 2026 (RTMM 2026) sebagai bekal persiapan bagi para pelari. Rangkaian kegiatan edukasi dan latihan fisik ini dijadwalkan berlangsung mulai 3 Mei hingga 16 Agustus 2026 di berbagai wilayah di Indonesia.

Program persiapan ini akan menyambangi enam kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Dikutip dari Bola, inisiatif tersebut bertujuan membekali peserta sebelum menghadapi ajang utama Maybank Marathon 2026 pada 23 Agustus mendatang di Gianyar, Bali.

Bekerja sama dengan komunitas adidas Runners (AR) Jakarta, RTMM 2026 menawarkan materi latihan teknis yang sangat komprehensif bagi para pelari. Peserta akan mendapatkan pelatihan mulai dari coaching clinic, lari jarak jauh, latihan kekuatan, hingga adaptasi cuaca panas guna meminimalkan risiko cedera.

Fokus utama dari penyelenggaraan ini adalah memastikan keselamatan pelari tetap terjaga sesuai standar internasional World Athletics. Hal ini dikarenakan rute lari di wilayah Bali memiliki karakteristik geografis yang memerlukan adaptasi khusus bagi para atlet maupun pelari hobi.

"Elevasi dan kelembapan di Bali merupakan tantangan nyata. Karena itu, kami mengajak pelari mempersiapkan diri dengan baik melalui Road to Maybank Marathon agar dapat berlomba secara optimal dan aman," ujar Bambang Irawan selaku Project Director Maybank Marathon.

Coach Aditya Madya Pamungkas atau Coach Dodit dari AR Jakarta turut memberikan pandangan mengenai kesalahan umum dalam pola latihan maraton. Ia menekankan bahwa efisiensi dalam berlatih jauh lebih krusial dibandingkan hanya sekadar mengejar jumlah jarak tempuh yang tinggi.

"Latihan yang benar akan meningkatkan performa sekaligus menurunkan risiko cedera. Namun, masih banyak pelari yang berpikir semakin banyak mileage semakin baik, padahal overtraining tanpa recovery justru berbahaya bagi tubuh," kata Coach Dodit.

Selain porsi latihan, Coach Dodit juga mengingatkan para pelari untuk lebih peka terhadap kondisi fisik masing-masing selama masa persiapan. Memahami batasan diri dan mengetahui waktu yang tepat untuk beristirahat merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai garis finis.

"Kenali tanda tubuh belum siap, dan tahu kapan harus berhenti. Itu bagian dari training yang benar," tutur Coach Dodit.