PORTAL7.CO.ID - Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tahun 2026 telah dimulai di berbagai daerah, menandai dimulainya persiapan upacara kemerdekaan mendatang. Tahapan penjaringan ini berlangsung secara simultan di dua lokasi berbeda, yaitu Kota Bogor dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Di Kota Bogor, antusiasme peserta terlihat jelas dengan total 337 siswa jenjang SMA/SMK sederajat yang lolos seleksi administrasi. Jumlah ini merupakan hasil penyaringan awal dari sekitar 400 pendaftar yang menunjukkan tingginya minat generasi muda.
Kegiatan seleksi di Kota Bogor ini dipusatkan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, pada Selasa (31/3/2026). Agenda ini menjadi penentu siapa saja yang akan mengemban tugas penting dalam pengibaran bendera pusaka tahun depan.
Terungkap! Sosok Keyndah di Balik Isu Rumah Tangga Selebriti: Analisis Keterlibatan Tri Indah R
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengumumkan bahwa formasi Paskibraka tahun ini akan kembali menggunakan kuota penuh. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat disesuaikan karena kendala non-teknis.
"Tahun ini seleksi Paskibraka dilaksanakan dengan formasi penuh sebanyak 56 anggota, setelah tahun kemarin hanya 35 karena menyesuaikan kondisi keuangan," kata Denny Mulyadi.
Denny Mulyadi juga menekankan bahwa integritas dan profesionalisme tim penyeleksi harus menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah memastikan hanya calon terbaik yang terpilih sesuai standar yang ditetapkan oleh Kota Bogor.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga melaksanakan agenda seleksi serupa. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Bupati HSS di Gedung Bela Diri Disporapar HSS, menandai dimulainya proses rekrutmen di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten HSS, Efran, seluruh rangkaian seleksi ini dilaksanakan di bawah koordinasi langsung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Proses ini merupakan bagian integral dari agenda nasional.
Tahapan seleksi di HSS dirancang komprehensif, mencakup verifikasi administrasi awal. Peserta kemudian diuji melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) sebagai bagian dari penilaian kompetensi.