PORTAL7.CO.ID - Persija Jakarta berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menjamu Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-30 Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin malam (27/4/2026) tersebut berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Kemenangan besar ini memastikan Macan Kemayoran tetap menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara kompetisi domestik. Dominasi Persija terlihat jelas setelah babak pertama berakhir tanpa gol, menunjukkan pertarungan sengit di paruh pertama laga.

Gol pembuka keunggulan Persija lahir pada menit ke-52 melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Allano. Gol tersebut menjadi pemecah kebuntuan yang diyakini menambah semangat juang tim tuan rumah untuk terus menekan.

Selang sebelas menit kemudian, tepatnya pada menit ke-63, Jean Mota sukses menggandakan keunggulan timnya menjadi 2-0. Ia berhasil memanfaatkan umpan tarik yang sangat akurat dari rekan setimnya, Doni Tri, dengan sebuah sontekan first time yang mematikan.

Dominasi Persija semakin tidak terbendung menjelang akhir pertandingan ketika Ricardo Ferreira menyumbang gol ketiga melalui sundulan keras pada menit ke-81. Gol ini tercipta dari situasi bola mati berupa sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Mota.

Kesenangan pendukung tuan rumah belum berakhir, sebab Gustavo menutup pesta gol Persija pada masa injury time di menit ke-90+1. Ia berhasil menyambut umpan lambung dari sisi kiri lapangan dan mengubah skor akhir menjadi 4-0.

Hasil fantastis ini membuat Persija Jakarta semakin kokoh bercokol di posisi ketiga klasemen sementara dengan total perolehan 62 poin. Mereka kini terus berada dalam bayang-bayang dua tim teratas, Borneo FC dan Persib Bandung, dalam perebutan gelar juara.

Sebaliknya, kekalahan ini membawa Persis Solo tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 27 poin. Laskar Sambernyawa kini menghadapi tekanan besar karena gagal menjauh dari zona degradasi yang membayangi posisi mereka.

Manajemen Persis Solo telah melakukan beberapa rotasi pemain sepanjang pertandingan, namun upaya tersebut dinilai gagal membendung intensitas serangan sporadis yang dibangun oleh skuad asuhan Thomas Doll. Hal ini menunjukkan superioritas taktis tim tuan rumah pada laga tersebut.