PORTAL7.CO.ID - Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA) telah menetapkan jadwal pelaksanaan kegiatan tahunan mereka, yaitu Ajang Asah Keterampilan PERIKHSA 2026. Acara penting ini direncanakan berlangsung di Yogyakarta mulai tanggal 17 hingga 19 Juli 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan secara periodik ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan standar profesionalisme serta kedisiplinan di antara para anggota yang memegang izin senjata api untuk bela diri. Ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemampuan teknis yang terstruktur.

Ketua Umum PERIKHSA, Bambang Soesatyo, mengonfirmasi bahwa ajang ini dirancang untuk diikuti oleh spektrum peserta yang luas. Kalangan yang diundang meliputi anggota organisasi, perwakilan aparat penegak hukum, instansi pemerintah terkait, hingga masyarakat umum yang berminat.

Persiapan matang untuk acara akbar ini telah dikoordinasikan secara intensif dengan jajaran pengurus daerah setempat di Yogyakarta pada hari Selasa, 14 April 2026. Informasi ini didapatkan dilansir dari Detikcom.

Bambang Soesatyo menyoroti filosofi di balik penyelenggaraan kompetisi tersebut. "Ajang Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 kami siapkan sebagai ruang pembinaan sekaligus kompetisi yang sehat. Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam penggunaan senjata api bela diri," jelas Bambang Soesatyo, Ketua Umum PERIKHSA.

Adapun rangkaian pertandingan akan mencakup beberapa kategori kompetisi yang bervariasi sesuai dengan jenis senjata dan perlengkapan yang digunakan. Kategori yang dipertandingkan antara lain IKHSA Peluru Karet dan IKHSA Peluru Tajam.

Selain itu, peserta juga akan berkompetisi dalam kelas IKHSA Optic Pistol, IKHSA Optic PCC, dan kategori khusus IKHSA Revolver. Panitia juga memastikan adanya kategori yang didedikasikan khusus untuk peserta perempuan, sebagai upaya inklusivitas.

Data internal PERIKHSA menunjukkan bahwa minat peserta perempuan dalam olahraga menembak telah mengalami peningkatan signifikan. Tren kenaikan ini tercatat mencapai lebih dari 20 persen selama kurun waktu lima tahun terakhir, sejalan dengan perkembangan klub menembak di Indonesia.

Kegiatan ini juga dipandang strategis dalam konteks penguatan semangat bela negara. Kesigapan sumber daya manusia diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek teknis menembak, tetapi juga memiliki kematangan mental serta etika penggunaan yang ketat.