PORTAL7.CO.ID - Marcelo, ikon yang identik dengan kesuksesan Real Madrid, baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik perhatian publik sepak bola dunia. Dalam sebuah wawancara, ia secara terbuka menempatkan Lionel Messi sebagai rival paling menantang sepanjang karier profesionalnya. Pengakuan ini cukup mengejutkan mengingat kedekatan dan kesuksesan yang ia raih bersama Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabeu.
Pengalaman Marcelo selama 15 tahun sebagai bek kiri andalan Los Blancos memberinya perspektif unik dalam membandingkan dua ikon sepak bola modern tersebut. Ia telah berulang kali berduel sengit melawan Messi dalam berbagai edisi El Clasico yang menegangkan. Sementara itu, ia juga berbagi ruang ganti dan merayakan banyak gelar bersama Ronaldo selama hampir satu dekade.
Kepada RomarioTV, Marcelo memberikan jawaban tegas ketika ditanya mengenai siapa yang memberikannya tantangan terbesar di lapangan. "Messi," jawab pemain berusia 37 tahun tersebut, menunjukkan penekanan kuat pada pilihannya.
Marcelo memberikan pujian tinggi atas kualitas permainan sang megabintang Argentina tersebut. "Messi sangat luar biasa, seperti saya masih mencari dia sampai hari ini, sialan. Dia sangat luar biasa," tuturnya, dilansir dari goal.com.
Lebih lanjut, eks pemain Fluminense itu menyoroti kecerdasan taktis Messi yang membuatnya sulit dikawal. "Messi sangat memahami semua posisi di lapangan. Dia tahu kapan lawan akan datang membawa bola. Dia sudah tahu ke mana harus pergi, ke mana harus keluar, dan sebagainya. Saya pikir dia sangat luar biasa," imbuhnya, seperti dilansir dari goal.com.
Meskipun kemitraan mereka di Real Madrid sangat sukses, hubungan Marcelo dan Cristiano Ronaldo ternyata sempat diwarnai drama panas pada masa awal. Pada sebuah pertandingan persahabatan internasional antara Brasil dan Portugal tahun 2008, keduanya nyaris terlibat konfrontasi fisik.
Insiden tersebut dimulai ketika Ronaldo diduga menyikut Marcelo setelah menerima tekel keras dari sang bek kiri. Marcelo membalas dengan tendangan, yang kemudian memicu Ronaldo mencengkeram lehernya sebelum dihentikan oleh wasit.
Mengenai kejadian tersebut, Marcelo mengonfirmasi detail panasnya bentrokan itu saat itu. "Saya menendangnya. Dia sangat cepat. Dia lewat, menyikut saya, dan saya menendangnya, lalu dia mencengkeram leher saya. Saya juga mencoba, tetapi dia sangat tinggi," ujar Marcelo, dikutip dari bola.com.
Terlepas dari awal yang memanas itu, hubungan mereka berubah drastis setelah Ronaldo resmi bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2009, melalui transfer senilai 80 juta pound dari Manchester United. Marcelo bahkan sempat berpikir untuk hengkang saat mendengar kabar kepindahan Ronaldo, namun pada akhirnya ia bertahan dan membentuk duet sayap kiri yang legendaris.