PORTAL7.CO.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi menggelar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas penyapu jalan kota pada Kamis, 23 April 2026. Evaluasi ini dilakukan menyusul adanya kritik tajam dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait kondisi kebersihan Kota Bandung yang dinilai belum optimal.

Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya efektivitas kerja dari 1.500 petugas penyapu jalan yang ada, yang keberadaannya dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap penampilan wajah kota. Pemerintah Kota Bandung menduga akar permasalahan ini terletak pada lemahnya sistem pengawasan di lapangan yang masih bersifat konvensional.

Farhan mengungkapkan bahwa ia mulai mencurigai adanya ketidakefektifan kinerja petugas selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menyadari bahwa kontrol yang tidak berbasis teknologi menyebabkan banyak petugas tidak disiplin dalam hal waktu mulai bekerja.

"Jadi pas libur Nataru saya sudah meminta. Ini saya ngelihat kok tukang sapu enggak efektif ya. (Misalnya) Saya minta jam 4 pagi mulai, tapi ternyata setelah kita coba dorong berbagai macam, ketahuan, ternyata memang kontrolnya enggak pakai digital. Beda dengan Gaslah yang sudah sangat digital," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Kelemahan sistem manual ini berdampak langsung pada disiplin waktu para petugas, di mana banyak di antara mereka terlambat memulai tugas yang seharusnya dimulai sejak dini hari. Akibatnya, target kebersihan kota pada jam-jam awal pagi sering kali gagal tercapai.

"Nah, jadi kontrolnya masih manual. Jadi banyak yang telat, rumah jauh, segala macam. Memang efektivitasnya rendah ya. Ketika saya minta datang jam 4 pagi, datangna tidak jam 4. Harusnya jam 6 tuh harus sudah bersih, masih banyak yang yang belum bersih," ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengenai temuan di lapangan.

Permasalahan efektivitas ini juga menjadi topik konsultasi khusus antara Farhan dan Dedi Mulyadi (KDM). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Barat mempertanyakan secara langsung pola kerja para petugas kebersihan di Kota Bandung.

"Jadi akhirnya, pas Pak KDM ulang tahun, saya kesana. Saya konsultasi berdua dengan Pak KDM, dalam sekali. Saat yang dibahas beliau nanya, "Eta anu sasapu kumaha?" Ceuk saya teh, "Pak, punteun Pak, ini tukang sapu saya teh tidak efektif. Karena kumpul gitu". Nah, sok atuh dibereskeun ceuk KDM teh. Maka saya kemudian harus menemukan evidence dulu," tutur Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Sebagai respons konkret terhadap temuan ini, Pemkot Bandung meluncurkan program percobaan bertajuk 'Sasapu Bandung' pada tanggal 19 April 2026. Program ini melibatkan seluruh perangkat kewilayahan untuk memverifikasi kendala yang terjadi di 46 titik berbeda.