PORTAL7.CO.ID - Menyusul insiden kecelakaan kereta api tragis yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah mitigasi darurat. Presiden telah menyiapkan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp4 triliun yang ditujukan untuk membenahi total 1.800 perlintasan kereta api yang tersebar di Pulau Jawa.
Keputusan mendesak ini diambil setelah Presiden meninjau langsung para korban yang dirawat di rumah sakit dan menerima masukan langsung mengenai urgensi percepatan pembangunan infrastruktur keselamatan perkeretaapian. Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 16 orang meninggal dunia serta 90 lainnya luka-luka.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa respons cepat Presiden dipicu oleh komunikasi intensif dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Komunikasi tersebut terjadi sesaat setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melaporkan situasi di lokasi kejadian.
"Wakil ketua DPR RI, Pak Dasco, langsung menghubungi Bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian," ujar Prasetyo Hadi, Kamis (30/4/2026).
Fokus utama perbaikan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden mencakup penambahan fasilitas keselamatan standar, seperti pemasangan palang pintu otomatis, pembangunan pos penjagaan yang lebih baik, serta percepatan penyelesaian proyek infrastruktur layang. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai potensi kecelakaan di masa mendatang.
Selain penanganan infrastruktur fisik, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan aspek teknologi keamanan dalam sistem perkeretaapian nasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan terulangnya peristiwa serupa dapat dicegah secara maksimal.
Terkait penanganan spesifik di lokasi insiden, pemerintah pusat melalui Presiden telah menyetujui Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan flyover Bulak Kapal, yang sebelumnya sempat tertunda karena kendala anggaran. Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi persetujuan dana tersebut.
"Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Pak Presiden dan minta supaya diberikan Bantuan Presiden agar flyover bisa terealisasi. Dan Pak Presiden Alhamdulillah sudah menyetujui Banpres sebesar Rp 200 miliar," kata Sufmi Dasco Ahmad, Senin (27/4) malam.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyambut baik persetujuan Banpres tersebut dan segera menyiapkan seluruh administrasi yang dibutuhkan untuk mempercepat proses konstruksi. Pihak pemerintah daerah optimistis pembangunan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.