PORTAL7.CO.ID - Bulan suci Ramadan tahun 2026 menjelma menjadi ladang rezeki bagi para pembudidaya melon di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peningkatan signifikan dalam permintaan pasar terhadap varietas melon tertentu berhasil mendongkrak pendapatan petani jauh melampaui perolehan di hari-hari normal. Fenomena ini menunjukkan bagaimana komoditas pertanian bisa menjadi penopang ekonomi lokal saat momentum hari besar keagamaan tiba.

Salah satu petani yang merasakan langsung manisnya berkah ini adalah Rohmat, yang bersama tim pekerjanya giat mengurus ratusan tanaman Golden Melon di rumah kaca miliknya. Lokasi budidaya ini berada di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, sebuah sentra pertanian strategis di wilayah tersebut. Para pekerja tampak sibuk memetik hasil panen yang sudah mencapai usia matang sempurna.

Golden Melon dikenal memiliki karakteristik visual yang menarik, yaitu kulit berwarna oranye cerah, menjadikannya primadona di meja makan saat berbuka puasa. Buah ini membutuhkan waktu sekitar 58 hari sejak penanaman hingga siap dipanen, dengan bobot rata-rata yang memuaskan bagi para pembeli. Kualitas premium ini menjadi daya tarik utama yang mendorong tingginya minat konsumen.

Rohmat menjelaskan detail mengenai kualitas produk unggulannya tersebut kepada wartawan detikJatim pada Selasa (3/3/2026). "Golden Melon ini warnanya oranye, rasanya manis dan crunchy, rata-rata bobot 1,5 sampai 2,5 kilogram," papar Rohmat. Ciri khas tekstur renyah dan rasa manis alami menjadi pembeda utama melon jenis ini di pasaran.

Momentum bulan puasa ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Rohmat untuk meraup keuntungan maksimal karena tingginya antusiasme pembeli. Ia mengungkapkan bahwa harga jual Golden Melon saat ini berada di angka Rp 25.000 per kilogram. Harga premium ini sebanding dengan kualitas hasil panen yang ditawarkan kepada konsumen.

Dengan asumsi hasil panen yang melimpah, Rohmat memperkirakan potensi omzet yang sangat menggiurkan dari satu kali panen raya. "Rata-rata bisa dapat 6 kuintal sekali panen, dengan harga Rp 25.000 per kilogram bisa Rp 12 juta," jelas Rohmat. Angka fantastis ini menegaskan betapa menguntungkannya budidaya melon di musim permintaan tinggi ini.

Kesuksesan Rohmat ini merefleksikan peluang ekonomi yang tercipta dari adaptasi petani terhadap kebutuhan pasar musiman. Panen raya yang bertepatan dengan Ramadan 2026 ini diharapkan dapat menjadi modal awal yang kuat bagi para petani untuk keberlanjutan usaha mereka di masa mendatang.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/petani-melon-lumajang-ramadan