PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan jadwal resmi keberangkatan jemaah haji untuk tahun 2026. Pengaturan ini dilakukan untuk mengelola arus jutaan jemaah agar seluruh rangkaian ibadah di Arab Saudi dapat berjalan dengan tertib dan terkoordinasi secara maksimal.

"Penetapan tahapan perjalanan ini mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025 sebagai landasan hukum operasional haji," dilansir dari Cahaya.

Proses awal keberangkatan akan dimulai dengan masuknya jemaah ke asrama haji pada tanggal 21 April 2026. Sehari setelahnya, yakni pada 22 April 2026, rombongan perdana dari Gelombang I dijadwalkan mulai terbang menuju Madinah.

Berdasarkan data rincian perjalanan, jemaah yang tergabung dalam Gelombang I akan mengakhiri fase keberangkatan dari tanah air pada 6 Mei 2026. Setelah itu, fokus operasional akan beralih pada persiapan pemberangkatan jemaah gelombang berikutnya.

Jemaah yang masuk dalam kategori Gelombang II dijadwalkan mulai berangkat menuju Jeddah pada 7 Mei 2026. Proses pemberangkatan untuk gelombang kedua ini akan terus berlangsung hingga berakhir pada tanggal 21 Mei 2026.

"Perbedaan rute perjalanan antara kedua gelombang ini memberikan dampak signifikan pada ritme ibadah, di mana jemaah Gelombang I memiliki waktu lebih lama di Madinah," dilansir dari Cahaya.

Puncak ibadah haji tahun 2026 diprediksi akan dimulai pada 25 Mei dengan pergerakan seluruh jemaah dari Makkah menuju Arafah. Momentum paling krusial, yakni wukuf di Arafah, akan dilaksanakan oleh jemaah pada tanggal 26 Mei 2026.

Setelah prosesi wukuf, umat Muslim akan merayakan Idul Adha pada 27 Mei 2026. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan hari Tasyrik yang berlangsung hingga tanggal 30 Mei 2026 di tanah suci.

Fase pemulangan jemaah ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 1 Juni 2026 yang diawali oleh rombongan Gelombang I. Proses ini diatur sedemikian rupa untuk memastikan kenyamanan jemaah selama perjalanan pulang.