PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan layanan transportasi esensial bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci, khususnya di wilayah Makkah. Layanan ini berupa Bus Shalawat yang berfungsi sebagai moda transportasi utama untuk memindahkan jemaah dari lokasi penginapan menuju Masjidil Haram.
Fasilitas Bus Shalawat yang disediakan ini beroperasi secara cuma-cuma bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan kenyamanan pergerakan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
Armada transportasi gratis ini telah diatur untuk beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya. Pengaturan operasional ini memastikan bahwa jemaah dapat mengakses Masjidil Haram kapan pun mereka membutuhkan, tanpa terikat waktu operasional terbatas.
Mengingat besarnya kuota jemaah, pemerintah menerapkan sistem rute yang sangat terstruktur berdasarkan pembagian wilayah hotel jemaah. Struktur ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan efisiensi pergerakan massa di Makkah.
Identifikasi kendaraan menjadi aspek krusial bagi jemaah untuk menghindari kebingungan saat berangkat maupun kembali ke pemondokan. Jemaah sangat diimbau untuk memperhatikan nomor jalur dan kode warna stiker yang terpasang pada setiap unit bus.
Secara keseluruhan, sistem transportasi ini membagi jemaah ke dalam lima zona utama pemondokan, yaitu Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Setiap zona ini terhubung dengan terminal khusus yang telah ditentukan sebagai titik transit utama.
Pengaturan terminal tujuan dibuat untuk mencegah penumpukan massa di area Masjidil Haram dan menjaga arus jemaah tetap tertib. Jemaah dari Syisyah dan Raudhah, misalnya, akan diarahkan menuju Terminal Syib Amir sebagai titik akhir perjalanan mereka.
Adapun jemaah yang menginap di wilayah Misfalah akan memanfaatkan Terminal Ajyad sebagai destinasi akhir layanan bus. Sementara itu, jemaah di Jarwal dan Aziziyah akan dilayani secara khusus melalui Terminal Jabal Ka'bah untuk menuju Masjidil Haram.
Total terdapat 21 rute spesifik yang telah ditetapkan untuk menghubungkan berbagai hotel jemaah dengan terminal-terminal utama di sekitar Masjidil Haram. Pembagian rute ini dikelompokkan berdasarkan kode warna stiker yang melekat pada bus.