PORTAL7.CO.ID - Newcastle United dilaporkan sedang menyusun rencana ambisius untuk melakukan restrukturisasi besar pada komposisi tim mereka saat jendela transfer musim panas 2026 tiba. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap hasil yang dinilai kurang memuaskan dalam beberapa periode kompetisi sebelumnya.
Dilansir dari The Athletic, manajemen klub telah mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk menerapkan perubahan signifikan pada struktur skuat mereka. Perubahan ini diharapkan dapat mengembalikan performa tim ke jalur yang lebih kompetitif di Liga Primer Inggris.
Meskipun klub sempat menunjukkan grafik peningkatan di akhir musim-musim sebelumnya, termasuk musim 2024-2025 yang bersejarah, situasi terkini menunjukkan adanya kesulitan yang lebih nyata. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran internal mengenai stabilitas tim.
Ketergantungan pada investasi besar dari PIF (Public Investment Fund) telah menyoroti kerentanan tertentu dalam kedalaman skuat Newcastle United. Oleh karena itu, klub merasa perlu mengambil tindakan korektif yang tegas pada bursa transfer mendatang.
Beberapa pemain kunci dikabarkan berada di ambang pintu keluar dari St James' Park, di mana nama-nama seperti Tino Livramento dan Sandro Tonali disebut-sebut akan meninggalkan klub. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi perombakan yang lebih luas.
Selain isu transfer pemain, efektivitas beberapa individu di lapangan juga menjadi sorotan utama dalam evaluasi internal klub. Salah satunya adalah peran penyerang Nick Woltemade yang performanya menuai kritik.
Mengenai penampilan Woltemade, muncul diskusi serius mengenai penempatan posisi terbaiknya di lapangan, mengingat ia dinilai membutuhkan dukungan dari penyerang sayap yang lincah serta umpan silang yang akurat. Ia juga dilaporkan kurang efektif saat ditempatkan di lini tengah.
Kualitas keseluruhan skuat juga memerlukan peningkatan, di mana Newcastle United dituntut untuk lebih cerdas dalam mendatangkan pemain yang lebih terjangkau namun terbukti andal di Liga Primer, seperti contoh Barkley dan Tielemans di Aston Villa atau Norgaard di Arsenal.
Klub juga menekankan pentingnya peningkatan strategi penjualan pemain, memastikan bahwa setiap kepergian menghasilkan nilai finansial maksimal yang kemudian diinvestasikan kembali secara bijak. "Mempertahankan pemain yang tidak ingin berada di klub adalah sebuah kesalahan," demikian pandangan yang berkembang di internal manajemen.