PORTAL7.CO.ID - Komposisi pemain Timnas Indonesia diprediksi akan mengalami penyesuaian signifikan menjelang bentrokan krusial melawan Bulgaria dalam agenda FIFA Series 2026. Sosok gelandang Nathan Tjoe-A-On menjadi sorotan utama dan paling berpeluang untuk langsung diturunkan sejak menit awal oleh pelatih John Herdman.
Nathan Tjoe-A-On, yang saat ini bermain untuk klub Willem II Tilburg, tercatat sebagai satu-satunya pemain non-kiper yang belum mendapatkan kesempatan bermain di laga sebelumnya. Sebelumnya, ia hanya menghabiskan waktu di bangku cadangan saat Skuad Garuda sukses menaklukkan Saint Kitts and Nevis.
Kehadiran pemain berusia 24 tahun ini dinilai sangat penting untuk memperkuat lini tengah Timnas Indonesia yang akan menghadapi lawan tangguh dari Eropa. Ia diharapkan mampu membangun sinergi yang solid di sektor sentral bersama Joey Pelupessy, yang juga minim waktu bermain di partai pembuka.
Pemerhati sepak bola nasional, Toni Ho, meyakini bahwa energi dan kemampuan fisik Nathan sangat dibutuhkan untuk menetralisir agresivitas tim lawan. Menurutnya, atribut fisik dan visi bermain yang dimiliki Nathan sangat mumpuni untuk bersaing di level permainan tim Eropa.
"Jika John Herdman ingin mengevaluasi kemampuan seluruh pemain, sudah seharusnya Nathan diberi kesempatan tampil karena dia belum pernah bermain. Timnas Indonesia sangat membutuhkan sosok visioner dan kuat seperti Nathan untuk menyeimbangkan lini tengah Bulgaria," kata Toni Ho.
Toni Ho juga menekankan keunggulan spesifik Nathan dalam situasi bola mati yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan ketat. Kualitas eksekusi tendangan bebas atau sepak pojok dari Nathan bisa menjadi solusi efektif ketika serangan terbuka tim mengalami kebuntuan.
"Dia [Nathan] bisa menjadi solusi jitu ketika skema serangan terbuka menemui jalan buntu karena kualitas eksekusi set pieces-nya sangat baik," ujar Toni Ho, menyoroti peran spesialisasi Nathan.
Selain kontribusi dalam fase bertahan, Nathan dinilai memiliki kemampuan transisi yang sangat baik untuk mendukung pergerakan ofensif tim. Perannya dianggap vital sebagai penghubung utama antara lini tengah dan lini depan, terutama jika pemain kunci lain mendapat penjagaan ketat lawan.
Toni Ho melanjutkan bahwa peran Nathan bisa sangat strategis jika melihat potensi lawan mematikan playmaker utama. "Kemarin Ole Romeny sempat menjadi opsi sebagai gelandang serang dan playmaker. Jika Nathan bermain, dia bisa mengambil alih peran penyambung tengah dan depan bergantian jika Ole Romeny dimatikan lawan," ujar Toni Ho.