PORTAL7.CO.ID - Bucheon FC, sebagai tim yang baru saja promosi ke kasta tertinggi sepak bola Korea Selatan, K-League 1, tengah menunjukkan ambisi besar untuk meraih poin penuh. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim kuat Ulsan HD pada laga yang akan berlangsung pada 15 Maret 2026.
Awal musim yang positif telah berhasil diraih oleh Bucheon, menjadikannya sorotan utama di kancah sepak bola Korea Selatan saat ini, dilansir dari mk.co.kr.
Performa impresif ini juga tercermin dari tingginya antusiasme publik, terbukti dengan tiket pertandingan kandang sebelumnya melawan Daejeon Hana Citizen yang terjual habis. Sebanyak 12.224 penonton memadati stadion saat itu.
Menghadapi Ulsan HD, antusiasme diperkirakan tetap tinggi, dengan estimasi kehadiran sekitar 8.000 pasang mata. Bahkan, tiket untuk kategori dynamic table seats dan premium table seats dikabarkan telah habis terjual.
Situasi ini menempatkan pertandingan tersebut sebagai salah satu laga dengan penjualan tiket tertinggi ketiga dalam sejarah klub Bucheon FC, seperti diberitakan oleh starnewskorea.com.
Bucheon telah membuktikan diri mampu bersaing, setelah berhasil mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang melawan klub-klub besar seperti Jeonbuk Hyundai dan Daejeon Hana Citizen.
Persiapan matang telah dilakukan oleh pihak lawan, Ulsan HD, setelah mendapatkan jeda dua minggu akibat penundaan pertandingan. Jeda ini disebabkan oleh partisipasi FC Seoul di kompetisi Liga Champions Asia (ACLE).
Pelatih Ulsan HD, Kim Hyun-seok, mengungkapkan bahwa jeda tersebut sangat dimanfaatkan timnya untuk memulihkan kondisi dan mematangkan strategi. "Jeda dua minggu sangat bermanfaat. Para pemain memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan kami dapat mempersiapkan diri menghadapi Bucheon dengan lebih detail," ujar Kim Hyun-seok.
Kim Hyun-seok juga menunjukkan pemahaman mendalam mengenai kekuatan lawan, mengingat Bucheon telah merepotkan pelatih-pelatih ternama lainnya. "Pelatih Jeonbuk, Chung Jung-yong, dan pelatih Daejeon, Hwang Sun-hong, tampak kesulitan menghadapi mereka. Saya tidak pernah kalah dari Bucheon saat melatih Jeonnam Dragons. Saya tahu pola permainan mereka dengan baik. Kami fokus pada pola serangan balik," katanya.