PORTAL7.CO.ID - Sebuah insiden tak menyenangkan mewarnai pertandingan antara Rapid melawan Universitatea Craiova di Stadion Giulești pada Minggu, 8 Maret 2026. Peristiwa ini dipicu oleh pelepasan gas air mata yang tidak disengaja di area Tribun 2 stadion tersebut.
Insiden tersebut menyebabkan kualitas udara di sekitar area pertandingan menurun drastis dan bahkan menyebar hingga ke permukaan lapangan permainan. Kondisi ini dilaporkan oleh Digi Sport pada hari kejadian, menambah ketegangan dalam suasana pertandingan.
Akibat paparan gas air mata, wasit Horațiu Feșnic segera mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara jalannya laga. Ia mengarahkan seluruh pemain untuk segera mencari perlindungan di area bangku cadangan yang berada di sisi lapangan yang berlawanan.
Penyebab pelepasan gas air mata ini ternyata bukan disebabkan oleh kericuhan suporter, melainkan murni karena kesalahan teknis. Sumber berita gsp.ro menyebutkan bahwa tabung gas tersebut terbuka akibat keteledoran petugas keamanan yang bertugas di lokasi.
Dampak dari gas air mata tersebut ternyata meluas jauh melampaui area pelepasan awal. Area Tribun 1 juga ikut terdampak, menimbulkan keluhan serius dari para penonton yang berada di sana.
Bahkan, para komentator pertandingan yang sedang bertugas di stadion turut menyampaikan keluhan mengenai bau menyengat dan kesulitan bernapas akibat paparan gas tersebut. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya insiden tersebut.
Pelatih legendaris Mircea Lucescu yang saat itu berada di area VIP juga merasakan dampak dari insiden gas air mata ini. Mengingat kondisi kesehatannya yang baru saja pulih, ia memutuskan untuk segera meninggalkan stadion sebagai tindakan preventif.
Kehadiran Lucescu di stadion tersebut merupakan momen yang dinantikan, sebab ini adalah kali pertamanya ia menyaksikan laga secara langsung pasca menjalani perawatan intensif. Perawatan tersebut dilakukan pada musim dingin lalu akibat masalah kesehatan serius yang sempat ia derita.
"Kejadian tersebut membuat udara di sekitar area pertandingan menjadi tidak sehat, bahkan mencapai permukaan lapangan permainan," dilansir dari Digi Sport.