PORTAL7.CO.ID - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Bogor kembali menghidupkan semangat literasi melalui program tahunan mereka. Acara bertajuk Bincang Pendidikan (Bidik) ini diselenggarakan dengan penuh khidmat di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 tersebut merupakan kelanjutan dari kesuksesan program serupa di tahun sebelumnya. Kehadiran para pendidik dan pegiat literasi memberikan warna tersendiri dalam diskusi pendidikan kali ini.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membahas relevansi sastra di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Panitia mengangkat tema yang cukup mendalam untuk direnungkan bersama oleh para peserta yang hadir.
"Bidik kali ini mengambil tajuk yang menarik dibahas di era kekinian, yakni Pembelajaran Sastra dalam Upaya Memanusiakan Manusia," dilansir dari Jabaronline.com.
Jalannya diskusi dipandu oleh Edyar Rahayu Malik yang bertindak sebagai moderator dalam sesi bincang santai tersebut. Suasana hangat tercipta sejak awal hingga berakhirnya sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta.
Diskusi ini menghadirkan tokoh pendidikan berkompeten, salah satunya adalah H. Abdul Syukur, M.Pd. Beliau hadir dalam kapasitasnya sebagai Pengawas Pembina Cadisdik Wilayah I untuk memberikan perspektif dari sisi regulasi dan pembinaan.
Selain dari unsur birokrasi pendidikan, hadir pula praktisi seni untuk memberikan pandangan yang lebih luas. Kang Faisal Syahreza, seorang sastrawan asal Cianjur, didapuk menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
"Pembelajaran sastra di sekolah harus diarahkan pada pengembangan nilai-nilai kemanusiaan agar tetap relevan dengan tantangan zaman," ujar H. Abdul Syukur, M.Pd.
"Sastra memiliki peran krusial dalam mengasah empati dan budi pekerti siswa sebagai bagian dari upaya memanusiakan manusia," kata Kang Faisal Syahreza.