PORTAL7.CO.ID - Formula 1 memasuki era baru pada tahun 2026 dengan perubahan regulasi teknis terbesar dalam sejarah kompetisi. Gasgoo Munich menyatakan bahwa optimasi tontonan balap berfokus pada empat pilar utama: tenaga hybrid, aksi salip aerodinamis aktif, taktik manajemen energi, dan struktur poin tiga hari.
Penguasaan elemen-elemen baru ini sangat krusial agar penonton, terutama pendatang baru, dapat memahami setiap manuver yang terjadi di lintasan. Formula 1, sebagai puncak balap sirkuit dunia, menjanjikan intensitas lebih tinggi di Grand Prix Shanghai, yang menjadi tuan rumah setelah pembukaan musim.
Sirkuit Shanghai terkenal dengan kombinasi trek lurus berkecepatan tinggi, dikombinasikan dengan tikungan lambat dan berkecepatan tinggi. Kombinasi ini diprediksi akan menyajikan tontonan dan intensitas yang lebih tinggi, menjadikannya sangat menarik bagi para pendatang baru di musim 2026.
Jadwal akhir pekan Grand Prix Shanghai 2026 tetap menggunakan format tiga hari, namun dengan penekanan berbeda pada sesi-sesinya. Jumat diisi Latihan dan Kualifikasi Sprint, Sabtu meliputi Kualifikasi dan Sprint Race, dan Minggu adalah Grand Prix utama.
Sesi latihan tunggal pada hari Jumat menjadi momen bagi pembalap beradaptasi dengan regulasi baru dan modifikasi curb trek. Tim juga fokus menguji sistem pemulihan energi serta sistem aero aktif mobil, tanpa tekanan poin.
"Sesi latihan ini santai, sempurna untuk keluarga yang ingin anak-anaknya mendengar suara mesin, atau bagi siapa pun yang ingin mengambil foto dan menikmati suasana tanpa mengkhawatirkan catatan waktu," tulis artikel tersebut.
Kualifikasi Sprint sore akan menentukan grid untuk Sprint hari Sabtu, menggunakan format knockout tiga bagian (SQ1, SQ2, SQ3). Hasil kualifikasi ini menunjukkan Russell mengamankan pole di depan Antonelli, dengan Norris di posisi ketiga.
Grand Prix Shanghai 2026 sendiri akan berlangsung dalam 56 putaran, diperkirakan memakan waktu 1,5 hingga 2 jam. Perubahan paling signifikan adalah hilangnya sayap belakang DRS, diganti sistem aerodinamis aktif.
Sistem baru ini memungkinkan mobil beralih otomatis ke mode low-drag di trek lurus dan high-downforce di tikungan. "Empat zona yang ditunjuk memicu sistem ini, dengan trek lurus utama dan trek lurus belakang menjadi titik utama untuk aksi," jelas artikel tersebut.