PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menetapkan jadwal pemberlakuan biodiesel 50 persen atau B50. Kebijakan strategis ini dijadwalkan mulai berlaku secara menyeluruh pada 1 Juli 2026 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Program mandatori ini mewajibkan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati dengan 50 persen bahan bakar fosil. Langkah tersebut akan diterapkan di berbagai sektor secara serentak tanpa terkecuali, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
"Mulai 1 Juli, kebijakan ini berlaku untuk semua sektor tanpa terkecuali, termasuk penggunaan B50 secara menyeluruh," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.
Saat ini, pemerintah masih menjalankan fase uji jalan (road test) yang ditargetkan selesai pada Mei 2026 mendatang. Pengujian intensif telah dimulai sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan unit kendaraan untuk memantau performa mesin secara berkala.
Setelah uji jalan berakhir, teknisi akan melakukan pengecekan mendalam terhadap seluruh komponen mesin pada Juni 2026. Selain kendaraan otomotif, pengujian ini juga mencakup alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.
Pihak produsen otomotif menyambut positif perkembangan kebijakan ini setelah melihat hasil uji coba awal pada lini produk mereka. Salah satu pabrikan menyatakan kesiapannya dalam mendukung program pemerintah tersebut dengan penyesuaian teknis yang minim.
"Kami optimis tidak akan ada banyak kendala teknis yang berarti, dan jika memang diperlukan sesuatu, kami hanya akan melakukan sedikit penyesuaian pada mesin," kata Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anton Rusli.
Hasil serupa juga dilaporkan oleh produsen kendaraan komersial lainnya yang mencatat stabilitas mesin selama masa pengujian. Isu mengenai filter bahan bakar yang dikhawatirkan cepat kotor sejauh ini belum ditemukan pada unit yang diuji.
"Hasil pemantauan sementara menunjukkan performa mesin tetap sinkron dan stabil, bahkan komponen filter bahan bakar belum pernah diganti selama masa tes kemarin," tutur Sales & After Sales Director PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), Susilo Darmawan.