PORTAL7.CO.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melaksanakan kunjungan kerja pada hari Jumat, 24 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau secara langsung kemajuan signifikan dari proyek renovasi rumah tidak layak huni yang berlokasi di Kelurahan Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan.

Revitalisasi kawasan padat penduduk ini mengadopsi konsep unik bertajuk Kampung Gotong Royong. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional untuk upaya penanggulangan wilayah kumuh di berbagai daerah Indonesia.

Dilansir dari Detikcom, pembangunan fisik di lokasi Menteng Tenggulun tersebut ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat. Pihak terkait menargetkan bahwa seluruh pekerjaan akan selesai pada tanggal 15 Juni 2026 mendatang.

Berdasarkan data terkini yang diperoleh di lapangan, terdapat total 152 unit rumah yang masuk dalam sasaran program perbaikan ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 unit sedang dalam tahap renovasi aktif, sementara 2 unit telah berhasil diselesaikan.

Adapun sisanya, yaitu 49 unit rumah, saat ini masih menunggu giliran untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim proyek. Keterlambatan ini perlu diantisipasi agar target penyelesaian keseluruhan tidak terganggu.

Menteri yang akrab disapa Ara ini menekankan bahwa konsep penataan lingkungan yang diterapkan di sini sangat penting. Ia berharap bahwa model ini dapat direplikasi secara efektif di kota-kota lain sebagai strategi pengentasan pemukiman kumuh.

Mengenai penamaan proyek, Menteri Ara menyampaikan, "Ini temanya adalah Kampung Gotong Royong," ucap beliau saat berada di Jl. Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (24/4/2026).

Dalam sesi peninjauan tersebut, Menteri Ara memberikan instruksi spesifik terkait pemilihan material bangunan yang digunakan selama proses renovasi. Beliau sangat menganjurkan penggunaan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh UMKM.

Secara khusus, beliau menyoroti penggunaan genteng yang merupakan hasil produksi dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berasal dari daerah Majalengka dan Jatiwangi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang sedang berjalan.