PORTAL7.CO.ID - Pemerintah telah memulai persiapan untuk menyambut musim haji 2026, dengan fokus pada kesiapan mental dan spiritual petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan arahan resmi kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Dalam arahannya, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa kesiapan mental dan spiritual merupakan faktor krusial dalam menyukseskan operasional haji. "Kita siap menyukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Kemampuan mengelola emosi dinilai sebagai faktor krusial agar fisik petugas tetap prima selama melayani jemaah di Arab Saudi. Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa seluruh petugas harus memiliki landasan niat yang tulus, bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada agama dan negara.

"Kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan bangsa," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebanyak 360 personel PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara dijadwalkan segera terbang menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat berada di pundak para petugas tersebut.

"Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jemaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga," lanjut Dahnil Anzar Simanjuntak.

Layanan yang diberikan harus bersifat inklusif tanpa memandang latar belakang sosial jemaah. Targetnya adalah menciptakan standar baru dalam sejarah penyelenggaraan haji nasional melalui empati yang tinggi.

"Profil jemaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang. Pastikan pelayanan kita sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Data dari Pusdatin Kementerian Haji dan Umrah per 15 April 2026, dilansir dari Cahaya, menunjukkan bahwa komposisi jemaah tahun ini sangat heterogen. Mayoritas jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 52.717 orang, disusul pegawai swasta 46.462 orang, PNS 40.143 orang, dan petani 24.126 orang.