PORTAL7.CO.ID - Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel tampak lebih serius dari biasanya pada Senin, 20 April 2026. Pertemuan ini menjadi panggung penting bagi para pemimpin daerah untuk merumuskan masa depan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, hadir dengan membawa catatan krusial mengenai arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menyoroti bagaimana kestabilan finansial menjadi fondasi utama dalam menjalankan berbagai program strategis yang menyentuh masyarakat bawah.
Fokus utama pembahasan dalam forum tersebut tertuju pada upaya penekanan angka stunting dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar. Pemerintah Kabupaten Gowa memandang bahwa isu ini memerlukan perhatian lebih dari sekadar perencanaan rutin di atas kertas.
"Perlu ada perhatian serius terhadap ketidakkonsistenan alokasi dana yang dialokasikan untuk penanganan stunting dan kemiskinan saat ini," ujar Darmawangsyah Muin.
Ketidakpastian dalam penganggaran dinilai dapat menghambat laju program yang telah disusun secara matang oleh pemerintah daerah. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu efektivitas intervensi sosial yang sedang berjalan intensif di lapangan.
"Ketidakstabilan pendanaan tersebut berpotensi besar mengganggu jalannya berbagai program strategis yang tengah diupayakan oleh pemerintah daerah," kata Darmawangsyah Muin.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, keberhasilan dalam melakukan intervensi sosial tidak bisa dilakukan secara parsial atau terputus-putus. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara berbagai sektor terkait untuk mencapai target penurunan angka stunting yang signifikan.
"Keberhasilan intervensi sosial sangat bergantung pada sinergi lintas sektor serta dukungan finansial yang bersifat jangka panjang," tutur Darmawangsyah Muin.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan muncul komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan anggaran demi masa depan generasi yang lebih sehat. Konsistensi pendanaan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan di wilayah Gowa dan Sulawesi Selatan secara luas.