Di tengah gempuran materialisme dan sekularisme global, menjaga kemurnian tauhid menjadi tantangan yang sangat nyata bagi umat Islam. Fenomena ini bukan sekadar perdebatan teori di ruang kelas, melainkan perjuangan eksistensial untuk mempertahankan jati diri seorang mukmin. Kita perlu waspada terhadap pergeseran nilai yang sering kali mengikis keyakinan spiritual secara perlahan dan tidak disadari.

Tauhid sejatinya merupakan fondasi utama yang mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan manusia tanpa terkecuali. Mulai dari aspek spiritual, intelektual, hingga interaksi sosial, semuanya harus berporos pada pengesaan Allah SWT. Tanpa pemahaman yang kokoh, seorang Muslim akan mudah terombang-ambing oleh disrupsi informasi yang sangat masif di era digital ini.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Terjemahan: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat: 56)

Para ulama mengingatkan kita untuk senantiasa waspada terhadap bahaya syirik khafi atau kesyirikan yang bersifat samar dan tersembunyi. Di era modern, syirik ini bisa muncul dalam bentuk ketergantungan yang berlebihan pada materi atau teknologi melebihi ketergantungan kepada Allah. Oleh karena itu, pendalaman akidah secara mendalam menjadi sangat penting untuk membedakan antara kemajuan zaman dan penyimpangan keyakinan.

Penerapan tauhid dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dengan menata kembali niat dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Jadikan setiap aktivitas profesional dan sosial sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menebar manfaat bagi sesama. Dengan demikian, nilai-nilai spiritual akan tetap terjaga meskipun kita berada di lingkungan yang sangat sekuler dan materialistik.

Sebagai kesimpulan, memurnikan tauhid adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan hakiki dan ketenangan jiwa di tengah ketidakpastian zaman. Mari kita jadikan iman sebagai kompas utama dalam menavigasi derasnya arus perubahan informasi dan budaya global. Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita agar tetap istiqomah di atas jalan ketauhidan yang lurus hingga akhir hayat nanti.

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/manifestasi-tauhid-di-era-modern-sebuah-kajian-ontologis-dan-epistemologis-terhadap-pemurnian-akidah