Ketergantungan berlebih terhadap perangkat digital kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kondisi psikologis masyarakat modern. Fenomena ini tidak lagi sekadar kebiasaan buruk, melainkan telah berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius.
Berbagai studi menunjukkan bahwa paparan layar yang durasinya tidak terkontrol dapat memicu gangguan kecemasan dan insomnia kronis. Ketidakmampuan seseorang untuk melepaskan diri dari gawai sering kali berujung pada penurunan drastis kualitas hidup sehari-hari.
Pola interaksi media sosial yang bersifat adiktif membuat otak terus-menerus mencari stimulasi instan melalui hormon dopamin. Kondisi tersebut menciptakan siklus ketergantungan yang sulit diputus tanpa adanya kesadaran diri dan literasi digital yang baik.