Reformasi birokrasi menjadi agenda krusial yang terus digalakkan pemerintah demi meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sangat bergantung pada seberapa efektif, cepat, dan transparan sistem pemerintahan berjalan.
Salah satu fokus utama dalam upaya perbaikan ini adalah penyederhanaan prosedur dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara masif. Langkah strategis ini bertujuan memangkas rantai birokrasi yang panjang dan rentan praktik maladministrasi serta pungutan liar.
Latar belakang reformasi ini didasari oleh temuan bahwa prosedur manual seringkali memperlambat investasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius. Kompleksitas regulasi yang tumpang tindih juga menjadi kendala utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.